Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Yuk, Bercanda dengan Gajah...

Written By bopuluh on Selasa, 13 November 2012 | 23.27

Yuk, Bercanda dengan Gajah...

Oleh Mohammad Hilmi Faiq

KEINDAHAN alam Tangkahan seolah menyihir para pengunjung untuk berlama-lama tinggal di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Kejernihan air sungai, tingkah laku gajah, dan keramahan penduduk adalah beberapa penyihir itu. Sayangnya, infrastruktur jalan menuju kawasan wisata ini belum memadai.

Delapan gajah dewasa berjalan menyusuri jalan setapak yang menurun ke arah Sungai Sei Batang Serangan. Kawanan binatang berkaki empat itu saling terkait. Belalai gajah yang satu membelit ekor gajah lain di depannya. Pelatih gajah (mahout) yang duduk di punggung gajah mengendalikan barisan gajah.

Sesampainya di tepi sungai, gajah-gajah itu berbaris rapi. Aroma tak sedap segera memenuhi rongga hidung bersamaan dengan bunyi gedebuk. Inilah salah satu rutinitas gajah di pagi hari: buang air besar. Para mahout lalu membersihkan kotoran itu agar tak mencemari sungai.

Tanpa menunggu komando, gajah-gajah itu langsung mencebur ke sungai. Selang beberapa menit kemudian, para mahout meminta para gajah menepi. Gajah-gajah itu duduk, lalu membaringkan diri di tepi sungai. Para pelancong mengerubuti mereka.

DC Sitepu (36), salah satu ranger, membagi-bagikan sikat cuci kepada belasan pelancong yang sedari tadi menyaksikan gajah mandi dari tepi sungai. DC Sitepu memberi komando agar para pelancong mendekat memandikan gajah.

Beberapa pelancong awalnya takut mendekati gajah. Mereka ngeri membayangkan gajah yang beratnya mencapai 3,5 ton itu menyenggol atau menginjak mereka. "Pelan-pelan saja. Tidak perlu takut," kata Joni Rahman, mahout, mengusir rasa takut pelancong yang sebagian besar bule itu.

Para pelancong itu lantas mengusap, menggosok, dan sesekali menepuk-nepuk hampir semua bagian tubuh gajah. Gajah-gajah itu tetap berbaring, hanya belalainya yang menjulur ke mana-mana, seolah keenakan saat kulit tebal mereka bersentuhan dengan sikat yang lumrahnya digunakan untuk mencuci pakaian itu.

Gajah-gajah itu lalu bangkit. Tiba-tiba... bruuusss...! Wajah dan badan pelancong kuyup disemprot gajah. Sebagian pelancong hanya merem, lainnya lari menjauh. Inilah antara lain sensasi setelah memandikan gajah. Kini gajah-gajah itu mencium pelancong satu per satu sebagai ungkapan terima kasih.

"Ini luar biasa. Saya pernah bertemu gajah di Afrika Selatan, tetapi hanya dari kejauhan. Sekarang saya bahkan memandikannya. Ini sangat mengesankan," terang Jane, pelancong asal Inggris.

Gajah-gajah itu merupakan gajah liar yang pernah terlibat konflik dengan warga. BB TNGL kemudian merehabilitasi hewan raksasa itu sehingga jinak.

Kesadaran baru

Tangkahan merupakan daerah wisata yang diapit Desa Namo Sialang dan Sei Serdang, Kecamatan Sei Batang Serangan. Jumlah warga yang tinggal di kedua desa ini mencapai 1.950 keluarga. Sebagian besar hidup dari bertani.

Namun, pada era 1980-an hingga pertengahan 1990-an, warga sekitar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) hidup dengan cara membalak hutan secara liar. Kayu-kayu hasil pembalakan itu mereka jual untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dalam sepekan satu keluarga bisa menebang dua sampai tiga pohon.

Suatu hari di tahun 1999, sekelompok mahasiswa berkunjung ke Tangkahan. Mereka prihatin melihat pola warga dalam mencari nafkah. Para mahasiswa yang dipimpin Sugeng dan Syaiful Bahri itu kemudian berdialog dengan warga tentang prinsip-prinsip menjaga kelestarian lingkungan. "Kami mencoba mengajak warga memahami cara memperlakukan alam," kata Sugeng.

Mereka mengajak warga untuk tak lagi menebangi pohon. Sebaliknya, mempromosikan keindahan alam Tangkahan kepada pelancong. Setelah melalui proses panjang, warga tertarik dan mereka membentuk Tangkahan Simalem Raner pada April 2001. Selang sebulan kemudian, mereka membentuk Lembaga Pariwisata Tangkahan (LPT). Selain itu, mereka membuat peraturan desa yang isinya antara lain melarang warga atau siapa pun menebang pohon di TNGL. "Kami lalu belajar cara merawat alam, berpromosi, dan melayani tamu," kata David Sitepu (32), ranger. Ranger adalah awak yang berperan sebagai pemandu pelancong.

LPT merupakan lembaga masyarakat yang dipercaya untuk mengelola ekowisata Tangkahan bekerja sama dengan Balai Besar TNGL. Hampir seluruh pendapatan dari pelancong masuk ke kas LPT untuk kemudian didistribusikan kepada para pekerja yang merupakan warga sekitar.

Kepala Subbagian Data, Monitoring, Evaluasi, dan Humas Balai besar TNGL Rahmad Saleh mengatakan, BB TNGL hanya mendapat pemasukan Rp 2.500 per karcis untuk pelancong lokal dan Rp 20.000 per karcis untuk pelancong asing.

Sekarang ini tak ada warga yang menebang pohon untuk menyambung hidup. Mereka memperoleh cukup uang dari menjual jasa sebagai ranger, membuka warung, ataupun penginapan. "Rata-rata sebulan saya bisa menabung sampai Rp 2 juta," kata David.

Biaya menikmati keindahan alam mulai Rp 50.000-Rp 600.000. Dari sekadar lihat gajah mandi, memandikan gajah, naik gajah, sampai keliling hutan bersama gajah.

Pilihan paket

menikmati keindahan tangkahan tak cukup hanya dengan melihat gajah mandi atau memandikan gajah. LPT menawarkan petualangan yang lebih menantang berupa keliling hutan dan menyeberangi Sungai Sei Batang Serangan dengan menunggang gajah. Sensasi menunggang gajah saja sudah luar biasa. Apalagi dipadu dengan berkeliling hutan. Selama satu jam setengah pelancong dapat memanjakan indera mereka dengan suasana hutan. Pemandangan hijau, air sungai nan jernih, serta bunyi serangga hutan dapat menghilangkan penat karena hiruk-pikuk kota.

Pelancong akan diajak para mahout dan ranger melintasi sungai, hutan, dan perkampungan. Bila beruntung, Anda dapat bertemu dengan orangutan atau gajah yang hidup liar di tengah hutan TNGL.

Bila belum puas, cobalah telusuri Sungai Sei Batang Serangan dan temukan kesegaran mandi air terjun. Air terjun ini berada sekitar 50 meter dari pertemuan antara Sungai Sei batang Serangan dan Sungai Buluh.

Selanjutnya pompa adrenalin Anda dengan bermain tubing. Arungi jeram sungai dengan menggunakan bas bekas. Pengelola ekowisata Tangkahan menyediakan puluhan ban bekas ukuran raksasa yang dapat dinaiki dua sampai empat orang untuk mengarungi jeram-jeram Sei Batang Serangan.

Inilah bonus sensasi dari mencandai hewan berkuping lebar itu....


23.27 | 0 komentar | Read More

DPR Pertimbangkan Hak Interpelasi terkait Hambalang

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) mengusulkan agar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggunakan hak bertanya (interpelasi) terhadap pemerintah terkait skandal Hambalang. Terkait hal itu, pimpinan DPR akan melakukan rapat terlebih dulu untuk mengambil langkah selanjutnya.

"Ini akan saya bawa ke pimpinan dan akan kami proses. Pasalnya, terkait dengan institusi lain, kita bawa dulu ke rapat pimpinan, baru menentukan proses lebih lanjut," ujar Wakil Ketua DPR Anis Matta, Rabu (14/11/2012), di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Pada Rabu ini, BAKN menyerahkan hasil telaah terhadap audit tahap I atas proyek Hambalang di Kementerian Pemuda dan Olahraga. Hasil telaah juga disertai dengan rekomendasi BAKN untuk pimpinan DPR. Salah satu rekomendasi yang diajukan adalah untuk menggunakan hak interpelasi.

"Karena menyangkut berbagai institusi, termasuk juga Kemenpora, maka kami meminta DPR gunakan hak bertanya," ucap Ketua BAKN Sumarjati Arjoso.

Selain itu, BAKN meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menuntaskan penanganan kasus Hambalang yang menyebabkan kerugian negara sekurang-kurangnya Rp 243,66 miliar. Sementara Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) melakukan penelusuran aliran dana tersebut. Rekomendasi lainnya yang diajukan BAKN adalah terkait audit BPK lanjutan.

Setelah melakukan penelaahan selama dua minggu, BAKN menyimpulkan bahwa setelah vakum sejak 2004, titik tolak proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang dimulai kembali setelah Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharram dan tim asistensi mempresentasikan rencana pembangunan proyek Hambalang di Cilangkap, yaitu PPPON.

Proyek itu selanjutnya dikembangkan menjadi P3SON dengan disusun kembali kerangka acuan kerja (KAK) yang baru di awal tahun 2010. Di dalam kerangka baru itu, Menpora Andi Mallarangeng menambahkan sejumlah fasilitas. "Di dalam KAK yang baru, masukan AAM (Andi Mallarangeng) adalah penambahan asrama atlet senior, amphitheatre, sport extreme, dan lain-lain," kata Eva.

Selain itu, BAKN juga menemukan beberapa penyimpangan yang perlu mendapat perhatian khusus, yakni sebagai berikut.

1. Rachmat Yasin Bupati Bogor, SS Kepala Badan Perizinan Terpadu Kabupaten Bogor, Kepala Dinas Tata Ruang dan Pertanahan Kabupaten Bogor, YH Kepala Dinas Tata Bangunan dan Permukiman Kabupaten Bogor, dan AAA PPK kegiatan studi Amdal secara bersama-sama telah melakukan pelanggaran dalam penerbitan Izin lokasi, site plan dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pembangunan P3SON yang berlokasi di Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Pelanggaran lantaran Kemenpora selaku pemohon belum melakukan studi Amdal atas rencana pembangunan tersebut. Hal ini terbukti dari DN (Direktur PT CKS) sebagai pemegang kontrak Amdal tidak pernah melakukan studi Amdal, padahal telah menerima pembayaran hak terdahulu diduga palsu.

2. Andi Mallarangeng sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, Wafid Muharram selaku Sekretaris Kemenpora, dan Deddy Kusdinar selaku Kepala Biro Perencanaan Kemenpora dan Pejabat Pembuat Komitmen, secara bersama-sama telah melakukan pelanggaran dalam menyampaikan permohonan kontrak tahun jamak kepada Menteri Keuangan. Guratno Hartono selaku Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan Kementerian PU dan Dedi Permadi selaku Pengelola teknis Kementerian PU secara bersama-sama telah melakukan pelanggaran dalam memenuhi persyaratan untuk diajukan menjadi tahun jamak.

3. Agus DW Martowardoyo sebagai Menteri Keuangan, Anny Ratnawati selaku Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan, Dewi Puji Astusi sebagai Direktur Anggaran II Kementerian Keuangan, Sudarto selaku Kasubdit II E Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan, Rudi Hermawan sebagai Kasie II E-4 Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan, dan Ahmad Malik Staf Seksi II E-4 Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan secara bersama-sama telah melakukan pelanggaran dalam menetapkan persetujuan kontrak tahun jamak.

4. Andi Mallarangeng selaku Menteri Pemuda dan Olahraga, Wafid Muharam sebagai Sekretaris Kemenpora, Wisler Manulang sebagai Ketua Panitia Pengadaan Kemenpora, J Anggota Panitia Pengadaan Kemenpora, BS Sekretaris Panitia Pengadaan Kemenpora, RW Staf Biro Perencanaan Kemenpora, MA Komisaris PT MSG, AW Marketing Manager PT MSG, HaH staf PT YK, AS Direktur PT CCM, Mul Manajer Pemasaran PT CCM, AG staf PT CCM, RH staf PT CCM, RMS staf PT CCM, YS staf PT CCM, MG staf PT CCM, TS staf PT AK, AT, KS selaku staf PT AK, secara bersama-sama telah melakukan pelanggaran dalam pemilihan rekanan proyek P3SON.

5. RI Kabag Keuangan Kemenpora, TBMN selaku Kepala DK-I PT AK, MS selaku Dirut PT DC secara bersama-sama telah melakukan pelanggaran dalam pencairan uang muka proyek P3SON. Akibat penyimpangan dan indikasi penyalahgunaan kewenangan tersebut di atas, terjadi indikasi kerugian negara setidaknya sebesar Rp 243.663.748.370,00 yang merupakan pelanggaran Pasal 34 Ayat (1) dan Ayat (2) UU No 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Baca juga:
Ini Penyimpangan Proyek Hambalang versi BAKN
Peran "Aktor-aktor" Hambalang Versi Nazaruddin
Kenapa DPR Bisa Lolos dari Audit Hambalang?
KPK: Kita Tidak Main-main Usut Hambalang!

Berita terkait dapat diikuti di:
Skandal Proyek Hambalang
Audit Investigasi Hambalang


23.27 | 0 komentar | Read More

Demokrat: Pernyataan Dipo Kembali Buat Gaduh

Written By bopuluh on Senin, 12 November 2012 | 23.27

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat Sutan Bhatoegana mendesak Sekretaris Kabinet Dipo Alam untuk melaporkan dugaan ketua fraksi di DPR yang mengamankan penggelembungan APBN. Jika tidak, pernyataan Dipo hanya akan kembali menimbulkan kegaduhan politik.

"Siapa pun pejabatnya, Pak Dipo atau siapa pun, jangan (sampaikan) ke media, sampaikan langsung ke kepolisian atau KPK. Kalau hanya lempar ke media, antara kita saling tuding-menuding. Nanti menjadi fitnah," ujar Sutan, Senin (13/11/2012), saat dijumpai di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Dengan pernyataan Dipo yang tidak langsung menyebut oknumnya itu, Sutan menilai akan membuat masyarakat berprasangka tidak baik kepada fraksi-fraksi yang ada. "Kalau ada (kongkalikong penggelembungan APBN), ini bisa kembali membuat gaduh. Makanya, sampaikan secara tertulis ke pihak yang berwajib," kata Sutan.

Ia menilai sikap Dipo yang tak jauh berbeda dengan Dahlan Iskan ini dengan bermain dengan pernyataan di media ini terlihat hanya ingin memberi peringatan bagi DPR. "Ini mau menunjukkan supaya Parlemen juga jangan sewenang-wenang. Dari Demokrat juga bilang BUMN nggak bersih-bersih juga kok," kata Sutan.

Sutan pun memperingatkan kembali kepada Dipo untuk tidak terus berteriak ke media. Namun, Dipo harus fokus melakukan pembenahan di internal pemerintahan. "Ini menunjukkan bahwa kita ini sama-sama semangat untuk bersihkan rumah masing-masing. Tidak usah teriak-teriak yang lain, ente saling mengingatkan saja," tukas Sutan.

Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Kabinet Dipo Alam mengaku menerima banyak laporan dari pegawai negeri sipil (PNS) di kementerian terkait praktik kongkalikong untuk menggerus APBN. Laporan itu masuk pasca-surat edaran Sekretaris Kabinet nomor N42 terkait pencegahan praktik kongkalikong anggaran di instansi pemerintah. Dipo menyebut ada partai politik koalisi pemerintah yang menyusupkan kadernya di suatu kementerian.

Kader yang mendapat jabatan struktural hingga staf khusus menteri itu, kata dia, bertugas mengatur berbagai proyek dengan dana APBN untuk kepentingan partai. Mereka merekayasa proyek agar perusahaan tertentu menang tender. Setoran dari para perusahaan pemenang tender, kata dia, bisa mencapai puluhan miliar rupiah. Kalau semua setoran dikumpulkan, besarnya bisa mencapai ratusan miliar rupiah dalam satu tahun.

Dipo juga menyebut ada ketua fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat yang bertugas menciptakan program atau kegiatan serta mengamankan alokasi anggaran yang sudah digelembungkan agar disetujui DPR. Pengelembungan sudah terjadi ketika penyusunan anggaran di kementerian. Semua penjelasan Dipo itu mengacu pada laporan PNS. Dia menyebut laporan yang masuk disertai bukti-bukti. Tak disebutkan apakah sudah ada klarifikasi terkait bukti-bukti itu. Dipo juga tak mau menyebut nama parpol, nama-nama kader parpol, nama kementerian, serta proyek yang dimaksud.

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Dahlan Iskan Versus DPR


23.27 | 0 komentar | Read More

Jamu Timor Leste, Timnas Tes Van Beukering dkk

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih tim nasional Indonesia, Nil Maizar, akan menguji kemampuan tiga pemain naturalisasi skuad "Garuda" dalam laga ujicoba melawan Timor Leste di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (14/11/2012). Pelatih berusia 42 tahun itu berharap ketiga pemain tersebut bisa menampilkan permainan terbaiknya.

"Kita lihat saja nanti (apakah pemain naturalisasi akan dimainkan), karena itu bergantung pada tim pelatih. Tetapi Insya Allah mereka akan kita turunkan," ujar Nil usai memimpin latihan timnas di SUGBK, Jakarta, Selasa (13/11/2012).

Tiga pemain naturalisasi, yakni Tonnie Cusell, Raphael Guilermo Maitimo, dan Johnny Van Beukering sudah hadir dalam pemusatan latihan atau training camp (TC) timnas sejak Kamis (8/11/2013). Satu pemain baru lainnya, yakni bek asal Espanyol B, Arthur Irawan, juga telah bergabung dengan Irfan Bachdim dan kawan-kawan.

Keempat pemain baru itu sempat dimainkan dalam simulasi pertandingan normal 11 lawan 11 dalam TC timnas, Sabtu (10/11/2012). Nil mengatakan, meski baru bergabung beberapa hari, keempat pemain tersebut sudah menunjukan peningkatan yang cukup baik.

"Nanti juga kan masih ada pertandingan 2x45 menit (ujicoba melawan Kamerun). Jadi nanti akan kita usahakan (mengetes mereka). Intinya, pemain yang punya potensi, pasti kita turunkan," lanjut Nil.

Terkait belum selesainya paspor Raphael Guilermo, Nil mengaku akan lebih dulu mendiskusikannya dengan manajemen. Maklum saja, pertandingan kontra Timor Leste termasuk salah satu agenda resmi FIFA. Dengan begitu, Raphael bakal tidak bermain jika paspornya belum rampung.

"Saya belum tahu bagaimana kondisi terakhir masalah paspor Raphael itu. Jadi, nanti kita kondisikan saja bagaimana yang terbaik," kata Nil.

Setelah melawan Timor Leste, skuad "Merah Putih" akan menghadapi Kamerun pada Sabtu (17/11/2012), yang merupakan uji coba terakhir. Setelah pertandingan tersebut, tim pelatih akan menentukan daftar final 22 pemain untuk Piala AFF 2012.


23.27 | 0 komentar | Read More

Film Tentang Veteran Menangi Lawang Sewu Festival

Written By bopuluh on Minggu, 11 November 2012 | 23.27

SEMARANG, KOMPAS.com--Film pendek yang menceritakan tentang kisah veteran yang menjadi tukang sapu memenangi kategori umum dalam Lawangsewu Film Festival 2012 yang diprakarsai Komunitas Sinema Semarang (KSS).

"Film ini tidak berisi banyak dialog, namun pesannya mengena dan sangat menyentuh," kata Aditya Gumay, salah satu dewan juri pada Malam Grand Final Lawangsewu Film Festival 2012 di Semarang, Minggu (11/11) malam.

Menurut sutradara ternama yang telah menyutradari banyak film, di antaranya "Emak Ingin Naik Haji" dan "Rumah Tanpa Jendela" itu, film garapan Komunitas Sinema Bawah Pohon Jakarta itu cukup kuat dalam penceritaan.

Film tersebut, kata Gumay yang mengumumkan langsung para pemenang festival film pendek itu, film berjudul "Lencana Tukang Sapu itu menceritakan veteran perang yang terpaksa menggadaikan lencananya untuk berobat.

"Saya mengapresiasi Lawangsewu Film Festival ini, sebab bisa menggeliatkan anak-anak muda berkreasi membuat film. Apalagi, peserta festival ini tak hanya dari Semarang, namun berbagai kota di Indonesia," kata Gumay.

Ketua Dewan Kesenian Semarang (Dekase) Mulyo Hadi Purnomo mengakui perkembangan perfilman di Semarang masih kalah dibandingkan kota lain, seperti Banjarnegara, Purwokerto, apalagi Bandung, Yogyakarta, dan Jakarta.

Karena itu, kata dia, pergelaran festival film pendek semacam itu diharapkan bisa merangsang kreativitas sineas-sineas muda Semarang untuk membuat film bermutu, apalagi ternyata pesertanya banyak dari daerah lain.

"Saya rasa Semarang masih harus banyak belajar dari kota-kota lain. Ikutnya peserta dari berbagai daerah, hingga Aceh, saya harap bisa mendorong sineas muda Semarang berkompetisi menghasilkan yang terbaik," kata Mulyo.

Sementara itu, Tohar Gunawan (26) sutradara film "Lencana Tukang Sapu" menjelaskan pembuatan film tersebut hanya memakan waktu selama tiga minggu dengan lokasi penggarapan di sejumlah titik di kawasan Ibu Kota.

Film yang menelan biaya produksi sekitar satu juta rupiah itu, kata dia, terinspirasi dari kisah seorang veteran perang bernama Engkong Nasir yang sekarang ini hidup berkesusahan dan tidak memiliki apa-apa.

"Karena itu, sebagian uang hadiah dari festival film ini kami sumbangkan kepada beliau. Kami ingin semua masyarakat menghargai jasa para pahlawan," kata mahasiswa Institut Kesenian Jakarta (IKJ) angkatan 2009 itu.

Ada 65 karya bersaing di festival film itu, terbagi kategori pelajar dan umum. Juara kedua kategori umum, yakni "Sebuah Kisah Dari Mawar" garapan Komunitas Ruang Gelap Jakarta, disusul "Skeptis" garapan Komunitas Mercubuana.

Sementara kategori pelajar, juara satu diraih film "Puncak!" garapan siswa SMK Negeri 11 Semarang, disusul "Untuk Ibu" garapan siswa SMA Negeri 1 Banjarnegara, dan ketiga "Kejar" garapan CIP Production Salatiga.


23.27 | 0 komentar | Read More

Basuki: Kita Belum Bercucuran Darah

Basuki: Kita Belum Bercucuran Darah

Penulis : Indra Akuntono | Senin, 12 November 2012 | 14:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai perjuangan masyarakat saat ini masih relatif enteng. Setidaknya bila dibandingkan dengan apa yang dilakukan para pahlawan saat berjuang memperebutkan kemerdekaan.

"Kita belum bercucuran darah, perjuangan kita relatif enteng," kata Basuki seusai memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional di Lapangan Monas, Jakarta, Senin (12/11/2012).

Menurutnya, saat ini tantangan terbesar masyarakat adalah berperang melawan bangsa sendiri, berperang melawan dirinya masing-masing. Sesuai dengan apa yang pernah diungkapkan Presiden pertama Indonesia Soekarno.

Baginya, semua perjuangan masyarakat di era saat ini belum sebanding dengan apa yang telah dilakukan para pahlawan. Itulah mengapa menurutnya Hari Pahlawan Nasional harus terus diperingati setiap tahunnya sebagai ungkapan hormat kepada para pahlawan.

"Sekarang kita hanya berjuang agar tidak korup dan harus adil melayani masyarakat. Itu sesuatu yang enggak sebanding dengan perjuangan pahlawan. Maka, harus terus kita peringati," ucapnya.

Di luar itu, Basuki menegaskan bahwa pahlawan adalah sosok pribadi yang berani mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan menjunjung tinggi sumpah jabatan.

"Enggak ngambil uang rakyat dan enggak diam saat rakyat dizalimi. Pahlawan adalah orang yang berani mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat," tuturnya.

Editor :

Ana Shofiana Syatiri


23.27 | 0 komentar | Read More

KOMPAS.com

Written By bopuluh on Sabtu, 10 November 2012 | 23.27

KOMPAS.comKOMPAS.comRekonsiliasi Tragedi 65/66 Tetap Harus JalanNur Mahmudi Jelaskan One Day No Rice dalam BukunyaWaspadai Zat Pewarna pada Jajanan Sekolah!Inikah Layar 5 dan 7 Inci Masa DepanMakin Banyak Wanita Kegemukan Hamil di Atas 200 KgDatang Menjenguk, Nikita Willy Peluk Diego Michiels dan MenangisMewahnya Busana Muslim Itang Yunasz dan Ronald V. GaghanaSBY Dinilai Lindungi Penyimpangan PembantunyaPensiunan Pastur Gigit Kuping PasturWarga Marunda: Mana Ambulans Kami, Pak JokowiMesir Dituntut Blokir Semua Situs PornoKTP Warga Tanah Merah Segera Didata Tahun DepanPenangguhan Penahanan Diego Belum Dikabulkan11 November, Hari Konservasi CiliwungGunung Lokon Meletus Lagi


Notice: Undefined index: HTTP_USER_AGENT in /www/cyb2-wskcwp-02/public_html/kompascom2011/index.php on line 13
http://www.kompas.com/ News and Service Sun , 11 Nov 2012 14:15:00 +0000 id 2012 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/1422577/Rekonsiliasi.Tragedi.6566.Tetap.Harus.Jalan Sun , 11 Nov 2012 14:22:57 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/12/24/2000497t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pengembalian berkas penyelidikan tragedi kemanusiaan 1965/1966 oleh Kejagung dinilai Komnas HAM hanya merupakan masalah teknis hukum. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/1422577/Rekonsiliasi.Tragedi.6566.Tetap.Harus.Jalan">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/1422577/Rekonsiliasi.Tragedi.6566.Tetap.Harus.Jalan http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14144889/Nur.Mahmudi.Jelaskan.One.Day.No.Rice.dalam.Bukunya Sun , 11 Nov 2012 14:14:48 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/11/1333486-kontroversi-one-day-no-rice-dijawab-dengan-buku-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menjawab kontroversi One Day No Rice dengan buku yang ditulisnya sendiri. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14144889/Nur.Mahmudi.Jelaskan.One.Day.No.Rice.dalam.Bukunya">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14144889/Nur.Mahmudi.Jelaskan.One.Day.No.Rice.dalam.Bukunya http://health.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14120161/Waspadai.Zat.Pewarna.pada.Jajanan.Sekolah Sun , 11 Nov 2012 14:12:01 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/03/13/1031212t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pemakaian zat pewarna kimia, boraks, serta formalin masih mendominasi kandungan zat-zat berbahaya yang banyak ditemukan pada jajanan sekolah. <a href="http://health.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14120161/Waspadai.Zat.Pewarna.pada.Jajanan.Sekolah">[...]</a> http://health.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14120161/Waspadai.Zat.Pewarna.pada.Jajanan.Sekolah http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14085242/Inikah.Layar.5.dan.7.Inci.Masa.Depan Sun , 11 Nov 2012 14:08:52 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/09/1806573-japan-display-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Gadget masa depan dengan layar 5 dan 7 inci bisa jadi akan dilengkapi layar dengan resolusi Full-High Definition atau lebih dari perusahaan Jepang <a href="http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14085242/Inikah.Layar.5.dan.7.Inci.Masa.Depan">[...]</a> http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14085242/Inikah.Layar.5.dan.7.Inci.Masa.Depan http://health.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13574875/Makin.Banyak.Wanita.Kegemukan.Hamil.di.Atas.200.Kg. Sun , 11 Nov 2012 13:57:48 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/08/03/0214304t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Semakin banyak wanita yang hamil muda, namun indeks massa tubuh mereka sudah melebihi 40, dan bahkan 50. <a href="http://health.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13574875/Makin.Banyak.Wanita.Kegemukan.Hamil.di.Atas.200.Kg.">[...]</a> http://health.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13574875/Makin.Banyak.Wanita.Kegemukan.Hamil.di.Atas.200.Kg. http://entertainment.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13541299/Datang.Menjenguk..Nikita.Willy.Peluk.Diego.Michiels.dan.Menangis Sun , 11 Nov 2012 13:54:12 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/11/1351406-nikita-willy-jenguk-diego-michiels-1-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Saat bertemu dengan Diego Michiels, Nikita Willy langsung memeluk Diego dan tak kuasa menahan haru. <a href="http://entertainment.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13541299/Datang.Menjenguk..Nikita.Willy.Peluk.Diego.Michiels.dan.Menangis">[...]</a> http://entertainment.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13541299/Datang.Menjenguk..Nikita.Willy.Peluk.Diego.Michiels.dan.Menangis http://female.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13541099/Mewahnya.Busana.Muslim.Itang.Yunasz.dan.Ronald.V..Gaghana Sun , 11 Nov 2012 13:54:10 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/11/1350405-appmi-luxurious-modesty-jakarta-fashion-week-2013-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Dalam show &quot;Luxurious Modesty&quot; di Jakarta Fashion Week 2013, empat desainer APPMI mengolah kemewahan dalam penggunaan bahan dan teknik embroidery. <a href="http://female.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13541099/Mewahnya.Busana.Muslim.Itang.Yunasz.dan.Ronald.V..Gaghana">[...]</a> http://female.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13541099/Mewahnya.Busana.Muslim.Itang.Yunasz.dan.Ronald.V..Gaghana http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13492324/SBY.Dinilai.Lindungi.Penyimpangan.Pembantunya Sun , 11 Nov 2012 13:49:23 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/06/03/1131214t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Sikap Presiden SBY terkait pemberian grasi untuk terpidana kasus narkotika Meirika Franola alias Ola 42 dinilai tidak bijaksana. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13492324/SBY.Dinilai.Lindungi.Penyimpangan.Pembantunya">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13492324/SBY.Dinilai.Lindungi.Penyimpangan.Pembantunya http://internasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13442970/Pensiunan.Pastur.Gigit.Kuping.Pastur Sun , 11 Nov 2012 13:44:29 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/11/1338348-pensiunan-pastur-gigit-kuping-pastur-lainnya-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Seorang pensiunan pastur Katolik berusia 80 tahun menggigit hingga putus kuping seorang pensiunan pastur lainnya ketika mereka berseteru. <a href="http://internasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13442970/Pensiunan.Pastur.Gigit.Kuping.Pastur">[...]</a> http://internasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13442970/Pensiunan.Pastur.Gigit.Kuping.Pastur http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/1344180/Warga.Marunda.Mana.Ambulans.Kami..Pak.Jokowi Sun , 11 Nov 2012 13:44:18 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/26/2335457t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Jokowi sempat mengiyakan ketika ada warga Rusun Maruda yang minta disediakan mobil ambulans. Namun hingga kini, warga masih menunggu ambulans itu. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/1344180/Warga.Marunda.Mana.Ambulans.Kami..Pak.Jokowi">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/1344180/Warga.Marunda.Mana.Ambulans.Kami..Pak.Jokowi http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13333322/Mesir.Dituntut.Blokir.Semua.Situs.Porno Sun , 11 Nov 2012 13:33:33 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2010/05/21/1049267t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Seorang Jaksa Penuntut Umum dari Mesir menuntut pemerintahnya untuk memblokir semua situs web berkonten porno. <a href="http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13333322/Mesir.Dituntut.Blokir.Semua.Situs.Porno">[...]</a> http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13333322/Mesir.Dituntut.Blokir.Semua.Situs.Porno http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13330768/KTP.Warga.Tanah.Merah.Segera.Didata.Tahun.Depan Sun , 11 Nov 2012 13:33:07 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/06/1320157-joko-di-tn-merah-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Januari tahun depan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI akan segera mulai mendata KTP bagi para warga Tanah Merah dan sekitarnya. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13330768/KTP.Warga.Tanah.Merah.Segera.Didata.Tahun.Depan">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13330768/KTP.Warga.Tanah.Merah.Segera.Didata.Tahun.Depan http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13260086/Penangguhan.Penahanan.Diego.Belum.Dikabulkan Sun , 11 Nov 2012 13:26:00 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/10/1431421-diego-michiel-digelandang-petugas-polsek-tanah-abang-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Diego Michiels 22 telah mengajukan penangguhan penahanan agar bisa ikut Piala AFF. Namun permohonan itu belum dikabulkan polisi. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13260086/Penangguhan.Penahanan.Diego.Belum.Dikabulkan">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13260086/Penangguhan.Penahanan.Diego.Belum.Dikabulkan http://sains.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13195451/11.November..Hari.Konservasi.Ciliwung Sun , 11 Nov 2012 13:19:54 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/10/1835328-hari-ciliwung-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Komunitas pegiat Sungai Ciliwung mendeklarasikan 11 November sebagai Hari Konservasi Ciliwung dengan mengusung bulus. <a href="http://sains.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13195451/11.November..Hari.Konservasi.Ciliwung">[...]</a> http://sains.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13195451/11.November..Hari.Konservasi.Ciliwung http://regional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13145773/Gunung.Lokon.Meletus.Lagi Sun , 11 Nov 2012 13:14:57 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/02/10/1244206t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Gunung Api Lokon di Tomohon kembali meletus, pada Minggu 11/11/2012 13.47 Wita. <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13145773/Gunung.Lokon.Meletus.Lagi">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13145773/Gunung.Lokon.Meletus.Lagi

KOMPAS.comKOMPAS.comRekonsiliasi Tragedi 65/66 Tetap Harus JalanNur Mahmudi Jelaskan One Day No Rice dalam BukunyaWaspadai Zat Pewarna pada Jajanan Sekolah!Inikah Layar 5 dan 7 Inci Masa DepanMakin Banyak Wanita Kegemukan Hamil di Atas 200 KgDatang Menjenguk, Nikita Willy Peluk Diego Michiels dan MenangisMewahnya Busana Muslim Itang Yunasz dan Ronald V. GaghanaSBY Dinilai Lindungi Penyimpangan PembantunyaPensiunan Pastur Gigit Kuping PasturWarga Marunda: Mana Ambulans Kami, Pak JokowiMesir Dituntut Blokir Semua Situs PornoKTP Warga Tanah Merah Segera Didata Tahun DepanPenangguhan Penahanan Diego Belum Dikabulkan11 November, Hari Konservasi CiliwungGunung Lokon Meletus Lagi


Notice: Undefined index: HTTP_USER_AGENT in /www/cyb2-wskcwp-02/public_html/kompascom2011/index.php on line 13
http://www.kompas.com/ News and Service Sun , 11 Nov 2012 14:15:00 +0000 id 2012 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/1422577/Rekonsiliasi.Tragedi.6566.Tetap.Harus.Jalan Sun , 11 Nov 2012 14:22:57 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/12/24/2000497t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pengembalian berkas penyelidikan tragedi kemanusiaan 1965/1966 oleh Kejagung dinilai Komnas HAM hanya merupakan masalah teknis hukum. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/1422577/Rekonsiliasi.Tragedi.6566.Tetap.Harus.Jalan">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/1422577/Rekonsiliasi.Tragedi.6566.Tetap.Harus.Jalan http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14144889/Nur.Mahmudi.Jelaskan.One.Day.No.Rice.dalam.Bukunya Sun , 11 Nov 2012 14:14:48 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/11/1333486-kontroversi-one-day-no-rice-dijawab-dengan-buku-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menjawab kontroversi One Day No Rice dengan buku yang ditulisnya sendiri. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14144889/Nur.Mahmudi.Jelaskan.One.Day.No.Rice.dalam.Bukunya">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14144889/Nur.Mahmudi.Jelaskan.One.Day.No.Rice.dalam.Bukunya http://health.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14120161/Waspadai.Zat.Pewarna.pada.Jajanan.Sekolah Sun , 11 Nov 2012 14:12:01 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/03/13/1031212t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pemakaian zat pewarna kimia, boraks, serta formalin masih mendominasi kandungan zat-zat berbahaya yang banyak ditemukan pada jajanan sekolah. <a href="http://health.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14120161/Waspadai.Zat.Pewarna.pada.Jajanan.Sekolah">[...]</a> http://health.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14120161/Waspadai.Zat.Pewarna.pada.Jajanan.Sekolah http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14085242/Inikah.Layar.5.dan.7.Inci.Masa.Depan Sun , 11 Nov 2012 14:08:52 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/09/1806573-japan-display-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Gadget masa depan dengan layar 5 dan 7 inci bisa jadi akan dilengkapi layar dengan resolusi Full-High Definition atau lebih dari perusahaan Jepang <a href="http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14085242/Inikah.Layar.5.dan.7.Inci.Masa.Depan">[...]</a> http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14085242/Inikah.Layar.5.dan.7.Inci.Masa.Depan http://health.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13574875/Makin.Banyak.Wanita.Kegemukan.Hamil.di.Atas.200.Kg. Sun , 11 Nov 2012 13:57:48 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/08/03/0214304t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Semakin banyak wanita yang hamil muda, namun indeks massa tubuh mereka sudah melebihi 40, dan bahkan 50. <a href="http://health.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13574875/Makin.Banyak.Wanita.Kegemukan.Hamil.di.Atas.200.Kg.">[...]</a> http://health.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13574875/Makin.Banyak.Wanita.Kegemukan.Hamil.di.Atas.200.Kg. http://entertainment.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13541299/Datang.Menjenguk..Nikita.Willy.Peluk.Diego.Michiels.dan.Menangis Sun , 11 Nov 2012 13:54:12 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/11/1351406-nikita-willy-jenguk-diego-michiels-1-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Saat bertemu dengan Diego Michiels, Nikita Willy langsung memeluk Diego dan tak kuasa menahan haru. <a href="http://entertainment.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13541299/Datang.Menjenguk..Nikita.Willy.Peluk.Diego.Michiels.dan.Menangis">[...]</a> http://entertainment.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13541299/Datang.Menjenguk..Nikita.Willy.Peluk.Diego.Michiels.dan.Menangis http://female.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13541099/Mewahnya.Busana.Muslim.Itang.Yunasz.dan.Ronald.V..Gaghana Sun , 11 Nov 2012 13:54:10 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/11/1350405-appmi-luxurious-modesty-jakarta-fashion-week-2013-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Dalam show &quot;Luxurious Modesty&quot; di Jakarta Fashion Week 2013, empat desainer APPMI mengolah kemewahan dalam penggunaan bahan dan teknik embroidery. <a href="http://female.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13541099/Mewahnya.Busana.Muslim.Itang.Yunasz.dan.Ronald.V..Gaghana">[...]</a> http://female.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13541099/Mewahnya.Busana.Muslim.Itang.Yunasz.dan.Ronald.V..Gaghana http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13492324/SBY.Dinilai.Lindungi.Penyimpangan.Pembantunya Sun , 11 Nov 2012 13:49:23 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/06/03/1131214t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Sikap Presiden SBY terkait pemberian grasi untuk terpidana kasus narkotika Meirika Franola alias Ola 42 dinilai tidak bijaksana. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13492324/SBY.Dinilai.Lindungi.Penyimpangan.Pembantunya">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13492324/SBY.Dinilai.Lindungi.Penyimpangan.Pembantunya http://internasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13442970/Pensiunan.Pastur.Gigit.Kuping.Pastur Sun , 11 Nov 2012 13:44:29 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/11/1338348-pensiunan-pastur-gigit-kuping-pastur-lainnya-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Seorang pensiunan pastur Katolik berusia 80 tahun menggigit hingga putus kuping seorang pensiunan pastur lainnya ketika mereka berseteru. <a href="http://internasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13442970/Pensiunan.Pastur.Gigit.Kuping.Pastur">[...]</a> http://internasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13442970/Pensiunan.Pastur.Gigit.Kuping.Pastur http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/1344180/Warga.Marunda.Mana.Ambulans.Kami..Pak.Jokowi Sun , 11 Nov 2012 13:44:18 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/26/2335457t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Jokowi sempat mengiyakan ketika ada warga Rusun Maruda yang minta disediakan mobil ambulans. Namun hingga kini, warga masih menunggu ambulans itu. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/1344180/Warga.Marunda.Mana.Ambulans.Kami..Pak.Jokowi">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/1344180/Warga.Marunda.Mana.Ambulans.Kami..Pak.Jokowi http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13333322/Mesir.Dituntut.Blokir.Semua.Situs.Porno Sun , 11 Nov 2012 13:33:33 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2010/05/21/1049267t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Seorang Jaksa Penuntut Umum dari Mesir menuntut pemerintahnya untuk memblokir semua situs web berkonten porno. <a href="http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13333322/Mesir.Dituntut.Blokir.Semua.Situs.Porno">[...]</a> http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13333322/Mesir.Dituntut.Blokir.Semua.Situs.Porno http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13330768/KTP.Warga.Tanah.Merah.Segera.Didata.Tahun.Depan Sun , 11 Nov 2012 13:33:07 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/06/1320157-joko-di-tn-merah-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Januari tahun depan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI akan segera mulai mendata KTP bagi para warga Tanah Merah dan sekitarnya. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13330768/KTP.Warga.Tanah.Merah.Segera.Didata.Tahun.Depan">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13330768/KTP.Warga.Tanah.Merah.Segera.Didata.Tahun.Depan http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13260086/Penangguhan.Penahanan.Diego.Belum.Dikabulkan Sun , 11 Nov 2012 13:26:00 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/10/1431421-diego-michiel-digelandang-petugas-polsek-tanah-abang-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Diego Michiels 22 telah mengajukan penangguhan penahanan agar bisa ikut Piala AFF. Namun permohonan itu belum dikabulkan polisi. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13260086/Penangguhan.Penahanan.Diego.Belum.Dikabulkan">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13260086/Penangguhan.Penahanan.Diego.Belum.Dikabulkan http://sains.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13195451/11.November..Hari.Konservasi.Ciliwung Sun , 11 Nov 2012 13:19:54 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/10/1835328-hari-ciliwung-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Komunitas pegiat Sungai Ciliwung mendeklarasikan 11 November sebagai Hari Konservasi Ciliwung dengan mengusung bulus. <a href="http://sains.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13195451/11.November..Hari.Konservasi.Ciliwung">[...]</a> http://sains.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13195451/11.November..Hari.Konservasi.Ciliwung http://regional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13145773/Gunung.Lokon.Meletus.Lagi Sun , 11 Nov 2012 13:14:57 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/02/10/1244206t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Gunung Api Lokon di Tomohon kembali meletus, pada Minggu 11/11/2012 13.47 Wita. <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13145773/Gunung.Lokon.Meletus.Lagi">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13145773/Gunung.Lokon.Meletus.Lagi


23.27 | 0 komentar | Read More

Nil Maizar Kantongi Gambaran Tim Inti Timnas

Written By bopuluh on Jumat, 09 November 2012 | 23.27

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih Tim Nasional Indonesia, Nil Maizar, menyatakan telah memiliki gambaran tim inti yang akan diturunkan dalam Piala AFF 2012. Hal itu diungkapkannya usai menyaksikan laga simulasi 24 pemain timnas yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (10/11/2012).

Dalam laga yang dijalankan dengan waktu 2x35 menit itu, dibagi menjadi dua tim, yaitu merah dan putih. Sejumlah pemain yang mengisi tim merah diantaranya, Irfan Bachdim, Bambang Pamungkas, Oktovianus Maniani, Ellie Aiboy, Arthur Irawan. Sedangkan, tim putih diisi oleh Andik Vermansyah, Valentino, Raphael, Johnny Van Beukering, Toni Cussel.

"Secara umum kita sudah dapatkan siapa-siapa atau gambaran siapa saja yang akan kita mainkan sebagai starting eleven," ujar Nil kepada wartawan usai pertandingan di SUGBK, Jakarta, Sabtu.

Meski demikian, Nil menuturkan pihaknya akan tetap memantau perkembangan pemainnya hingga dua pertandingan ujicoba melawan Timor Leste dan Kamerun pada 14 dan 16 November 2012. Ia berharap anak asuhnya dapat menunjukan performa maksimal hingga menjelang keberangkatan timnas ke Malaysia pada 21 November.

Terkait performa empat pemain yang baru bergabung, yakni Arthur Irawan, Toni Cussel, Raphael Guillermo Eduardo Maitimo, dan Johnny Van Beukering, menurut Nil sudah cukup baik. Namun, menurut mantan pelatih Semen Padang ini, keempat permain tersebut masih membutuhkan adaptasi dengan taktik dan strategi yang diterapkannya.

"Mudah-mudahan mereka nanti bisa maksimal. Anggap saja saya bermimpi mereka akan memberikan kontribusi yang bagus. Yang penting mereka harus menjaga mental dan performa. Kalau mereka bisa, semua pemain juga pastinya bisa," harap Nil.

Di Piala AFF yang akan berlangsung di Malaysia dan Thailand, Indonesia berada di Grup B bersama tuan rumah Malaysia, Singapura, dan Laos. Di pertandingan perdana, timnas akan berhadapan dengan Laos pada 25 November 2012.


23.27 | 0 komentar | Read More

Golkar, PKS, dan PBB Belum Lolos Verifikasi Faktual

Verifikasi Parpol

Golkar, PKS, dan PBB Belum Lolos Verifikasi Faktual

Penulis : Sabrina Asril | Sabtu, 10 November 2012 | 13:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga partai politik belum lolos verifikasi faktual yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sementara, 13 partai lainnya dinyatakan KPU telah lolos verifikasi faktual. Tiga partai yang belum lolos itu adalah Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Golkar, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Berdasarkan siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (10/11/2012), ketiga parpol yang dinyatakan belum memenuhi syarat diberikan waktu untuk memperbaiki persyaratan keterwakilan perempuan dan aspek kepengurusan partai. 

Penilaian verifikasi faktual dilakukan dengan melihat tiga aspek yakni kepengurusan inti partai (ketua, sekretaris, bendahara), surat keterangan domisili kantor sekretariat partai, dan keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam struktur kepengurusan partai.

PBB dan Golkar belum memenuhi syarat pada aspek keterwakilan perempuan. PBB hanya mampu memenuhi 12 persen, sementara Golkar hanya 18 persen. Sementara, PKS belum memenuhi syarat pada aspek kepengurusan inti partai.

"Saat diverifikasi, ketua dan sekretaris jenderalnya tidak berada di tempat," ujar Komisioner KPU Ferry Kunia Rizkiyansyah seperti yang dikutip dari siaran pers itu.

Sedangkan untuk aspek keterwakilan perempuan, PKS sudah di atas 30 persen yakni 61 persen. Bagi parpol yang belum memenuhi syarat masih dapat melengkapinya pada masa perbaikan. Masa perbaikan dilakukan selama tujuh hari yakni pada tanggal 11-17 November 2012. KPU akan melakukan verifikasi faktual hasil perbaikan pada tanggal 18-24 November 2012.

Adapun, 13 parpol yang lolos adalah sebagai berikut:
1. Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB)
2. Partai Hanura
3. Partai Persatuan Nasional (PPN)
4. Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN)
5. Partai Nasional Demokrat (Nasdem)
6. Partai Demokrasi Pembaruan (PDP)
7. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
8. Partai Demokrat
9. Partai Gerindra
10. Partai Amanat Nasional (PAN)
11. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
12. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)
13. Partai Demokrasi Indonesi Perjuangan (PDI-P)

Editor :

Inggried Dwi Wedhaswary


23.27 | 0 komentar | Read More

Menjajal Ponsel Android HTC Terkencang

Written By bopuluh on Kamis, 08 November 2012 | 23.27

JAKARTA, KOMPAS.com - Awal Oktober lalu, HTC memperkenalkan andalan barunya di kategori smartphone Android, One X+.

Kini, berdampingan dengan seri Windows Phone 8X dan 8S, HTC bersiap membawa produk tersebut ke pasar Indonesia.

Nah, Kamis (8/11/2012) kemarin, Kompas Tekno mendapat kesempatan untuk menjajal HTC One X+ sebelum smartphone yang bersangkutan resmi dilepas ke pasaran. Sebagai perbandingan, dibawalah HTC One X yang merupakan pendahulu One X+.

HTC-2
(Gambar: Oik Yusuf/ Kompas.com)

Dari luar, kedua smartphone ini ibarat pinang dibelah dua, hampir tak berbeda sama sekali, baik dari segi desain, bentuk fisik, ataupun dimensi keseluruhan.Opsi warna yang disediakan HTC pun sama-sama stealth black dan polar white.

Material yang digunakan pun setali tiga uang, kedua smartphone yang ibarat kembar ini dibuat dari  plastik polikarbonat bertekstur matte yang terkesan solid dengan rancangan unibody.

HTC-3
(Gambar: oik yusuf/ kompas.com)

"Tapi ada cara paling mudah untuk membedakannya, yaitu lingkaran merah di sekeliling unit kamera belakang pada HTC One X+ serta logo Beats Audio yang lebih besar di bagian bawah," ujar Justin Zhang, Head of Product Portfolio HTC South Asia menjelaskan.

Dia mengatakan, meski dari luar tampak nyaris serupa, HTC One X+ mengusung sejumlah peningkatan dari segi hardware, terutama kapasitas storage on-board yang diperbesar menjadi dua kali lipat (64 GB, dengan kapasitas real yang bisa dipakai sebesar 56 GB) dan prosesor yang lebih kencang.

HTC-6
(Gambar: Oik Yusuf/Kompas.com)

HTC One X+ menggunakan prosesor NVIDIA Tegra 3 (AP37) berkecepatan 1,7 GHz, lebih tinggi dari Tegra 3 (AP33) pada One X yang memiliki kecepatan 1,5 GHz. Sebagai pendukung kinerja, One X+ datang dengan sistem operasi Android 4.1 Jelly Bean secara default, dibalut interface HTC Sense 4+.

Peningkatan hardware tersebut, menurut Zhang, berujung pada kinerja One X+ yang lebih baik sebesar 27 persen secara keseluruhan dibanding One X. "Dalam benchmark seperti Quadran, hasilnya bisa 60 persen lebih tinggi," tambahnya.

Dengan interface HTC Sense, antar muka One X+ sendiri tampak identik dengan One X. Kecepatan responnya sedikit berbeda. One X+ terasa lebih mulus ketika bernavigasi dalam antar muka Android.

HTC-4
(Gambar: Oik Yusuf/Kompas.com)

Salah satu perbedaan yang paling kentara terlihat dari hasil tangkapan kamera depan. HTC One X+ dibekali front camera dengan resolusi 1,6 megapixel (dibanding 1,3 megapixel milik One X). Dari  perbedaan resolusi memang kecil, tapi hasil fotonya jauh lebih jernih.

Sayang, modul kamera belakang bisa dibilang tidak mengalami peningkatan, masih dengan unit 28 mm F 2.0 sensor 8 megapixel.  Sama seperti pendahulunya, One X+ pun tidak menyediakan kontrol exposure compensation dan focus lock sehingga menyulitkan pengaturan hasil foto. Exposure yang dihasilkan sepenuhnya tergantung pada hasil "pemikiran" One X+ tentang kondisi ideal, yang belum tentu cocok dengan keinginan pengguna.

Burst rate kamera sedikit ditingkatkan. Saat dibandingkan dengan One X, terlihat One X+ bisa mengambil lebih banyak frame dalam waktu yang sama. Peningkatan lain, mode video-nya sedikit lebih responsif, dengan fokus yang terasa lebih cepat.

Untuk pengguna yang suka menyetel musik pada smartphone, kualitas suara One X+ bisa dibilang sedikit lebih baik dibanding One X. Musik yang diputar pada volume tinggi terdengar kencang tetapi tidak pecah.

"Kami memang menerapkan amplifier beats audio baru yang mencegah peaking," ujar Zhang. Sayang, amplifier ini hanya untuk loudspeaker on-board, bukan jack audio headphone yang sebenarnya lebih berguna.

Informasi harga dan ketersediaan One X+ di Indonesia masih belum diketahui, tetapi pihak HTC mengatakan bahwa smartphone ini dijadwalkan  memasuki pasar tanah air pada kuartal keempat 2012. "One X sendiri tetap akan dijual, berdampingan dengan One X+, tetapi mungkin dengan level harga lebih rendah," tutup Zhang.


23.27 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger