Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Hadiah Tahun Baru bagi Nurung dan Kakek Duma

Written By bopuluh on Minggu, 06 Januari 2013 | 23.27

Hadiah Tahun Baru bagi Nurung dan Kakek Duma

Penulis : Kontributor Bone, Abdul Haq | Senin, 7 Januari 2013 | 14:19 WIB

WAJO, KOMPAS.com - Nurung dan Duma mendapat hadiah Tahun Baru 2013 dari pembaca Kompas.com. Kedua penyandang tunanetra asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, itu kembali mendapat santunan dari seorang pembaca dari Jakarta, Senin (7/1/2013).

Duma merupakan seorang kakek yang menghidupi keluarganya dengan membuat sangkar ayam. Sementara itu Nurung yang hidup sebatang kara menyambung hidup dengan cara beternak ayam. Masing-masing mendapat bantuan Rp 200.000 dari pembaca dermawan itu.

Hadiah Tahun Baru itu sebenarnya sudah dikirimkan pada malam pergantian tahun kemarin. Namun baru hari ini Kompas.com bisa menyerahkannya kepada yang bersangkutan.

"Kebetulan ada rezeki sedikit, ini jadi tolong dibagi dua ama Pak Duma dan Pak Nurung," demikian pesan singkat salah seorang pembaca yang tak ingin namanya dipublikasikan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Duma telah beberapa kali mendapatkan santunan dari para pembaca mulai dari uang, pakaian hingga mesin listrik bertenaga matahari.

Begitu juga dengan Nurung, yang menerima pakaian dan uang. Nurung bahkan mengumpulkan uang itu agar bisa memperbaiki rumahn panggung yang bersebelahan dengan kandang ayam tempatnya dulu tinggal.


23.27 | 0 komentar | Read More

Nih... Gorden dan Seprai yang Bisa Menyala di Kamar Gelap!

www.dailymail.co.uk

Bed cover yang dialiri dengan listrik bervoltase rendah (4,5 V) dari adaptor atau baterai tersebut dibanderol dengan harga Rp 5 juta per buah.

www.dailymail.co.uk

LumiGram menawarkan kepada konsumen bed cover, sarung bantal, serta sarung guling. Perlengkapan tidur ini terbuat dari bahan serat optik bernama Luminex.

www.dailymail.co.uk

LumiGram menawarkan kepada konsumen bed cover, sarung bantal, serta sarung guling. Perlengkapan tidur ini terbuat dari bahan serat optik bernama Luminex.

www.dailymail.co.uk

Perlengkapan tidur yang "bersinar dalam gelap" tersebut tidak akan memanas dan tidak akan menyetrum Anda selama Anda tidur.

KOMPAS.com - Jika Anda takut akan gelap dan tidak dapat tidur tanpa menyalakan lampu kamar, sebuah perusahaan asal Perancis punya penyelesaian untuk masalah Anda. Perusahaan tersebut membuat gorden dan bed cover yang bisa menyala dalam gelap.

Tidak hanya perlengkapan tidur, perusahaan bernama LumiGram itu sebelumnya juga telah dikenal sebagai produsen pakaian dan berbagai produk lain yang "bersinar dalam gelap". Semua produk ini menggunakan material kain yang disebut dengan nama Luminex.

Luminex merupakan inovasi yang hak ciptanya dimiliki oleh perusahaan asal Perancis tersebut. Luminex merupakan inovasi material yang memanfaatkan lampu serat optik bertenaga baterai sebagai bahan.

Untuk perlengkapan rumah tangga, LumiGram menawarkan kepada konsumen bed cover, sarung bantal, serta sarung guling. Perlengkapan tidur ini terbuat dari bahan serat optik bernama Luminex. 

"Tidak sama dengan sumber cahaya lain seperti neon, LED, atau electroluminescence, cahaya yang terpancar dari serat optik lebih lembut dan misterius. Ia memproduksi efek pendar dalam gelap," ujar seorang juru bicara perusahaan tersebut.

Namun, jika benar tertarik dengan perlengkapan tidur yang "bersinar dalam gelap" tersebut, bersiap-siaplah merogoh kocek Anda dalam-dalam. Pasalnya, bed cover yang dialiri dengan listrik bervoltase rendah (4,5 V) dari adaptor atau baterai tersebut dibanderol dengan harga Rp 5 juta per buah.

Soal keamanan penggunanya, perusahaan ini memastikan, bahwa perlengkapan tidur yang "bersinar dalam gelap" tersebut tidak akan memanas dan tidak akan menyetrum Anda selama Anda tidur.

Baca juga: Wow... Rumah ini Dipenuhi Harta Karun dari Abad ke-17!


23.27 | 0 komentar | Read More

Baru Sebulan, Tembok Penahan Jembatan Ambrol

Written By bopuluh on Sabtu, 05 Januari 2013 | 23.27

Baru Sebulan, Tembok Penahan Jembatan Ambrol

Penulis : Kontributor Timor Barat, Sigiranus Marutho Bere | Minggu, 6 Januari 2013 | 14:03 WIB

KEFAMENANU, KOMPAS.com - Proyek tembok penahan yang satu paket dengan pembangunan jembatan Peboko di Kelurahan Kefamenanu Utara, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, ambrol. Padahal, tembok yang dikerjakan oleh PT Karya Raharjo dengan pagu anggaran Rp 4 miliar lebih tersebut baru satu bulan dibangun.

Pantauan Kompas.com, Minggu (6/1/2013), terlihat tidak ada upaya dari pihak terkait untuk melakukan perbaikan ulang. Padahal, ambrolnya tembok penahan itu sudah lebih dari satu minggu.

Beberapa warga yang bermukim di dekat jembatan Peboko, mengaku kecewa dengan hasil pekerjaaan tersebut. Warga menduga pihak kontraktor hanya mengejar keuntungan dan tidak memperhatikan kualitas pekerjaan.

"Masih mendingan jembatan yang kami bangun di Kensulat dengan menggunakan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM), meskipun dananya sedikit tetapi kualitasnya jauh lebih bagus dari proyek ini yang dananya miliaran rupiah tetapi kualitasnya sangat buruk. Kami minta pihak yang terkait untuk memeriksa proyek ini karena sarat akan korupsi," kata Gildus Sena, warga Peboko.

Dihubungi secara terpisah, Anggota DPRD Kabupaten TTU dari Fraksi Demokrat, John Salem mengatakan akan meminta pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan kekurangan proyek itu.

"Kaitan dengan kualitas pekerjaan jembatan Peboko, kita akan minta pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan kekurangan. Jika masih dalam masa pemeliharaan maka harus diperbaiki. Saya melihat dinas teknis belum optimal melaksanakan tugas dengan baik," jelas John, yang juga ketua DPC Partai Demorat Kabupaten TTU.

Sementara itu, pihak kontraktor PT Karya Raharjo, hingga berita ini diturunkan belum berhasil dihubungi lantaran kantornya berada di Surabaya, Jawa Timur.

Editor :

Ana Shofiana Syatiri


23.27 | 0 komentar | Read More

Longsor, Poros Malino dan Biringbulu-Bontolempangang Putus

Longsor, Poros Malino dan Biringbulu-Bontolempangang Putus

Penulis : Kontributor Makassar, Hendra Cipto | Minggu, 6 Januari 2013 | 14:17 WIB

GOWA, KOMPAS.com - Hujan yang turun deras sejak beberapa hari terakhir di Sulawesi Selatan, membuat poros Malino, tepatnya di Km 57 Kampung Beru, Kecamatan Parangloe, terputus dari lalu lintas kendaraan sejak Jumat, (4/1/2013) hingga Minggu (6/1/2013). Sepanjang 10 meter jalan raya tertutupi material longsoran yang menutupi bahu jalan hingga setinggi 2-3 meter.

Arus kendaraan di wilayah Parangloe ke Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) kini lumpuh total. Sebab, timbunan longsoran yang menutupi jalanan tidak mampu dilewati lagi. Dalam kejadian itu, tidak ada korban jiwa maupun luka.

Camat Parangloe HM Saleh Saud mengaku telah menginformasikan peristiwa tersebut ke Bupati Gowa dan meminta bantuan alat berat untuk memindahkan material longsoran yang menutupi jalan poros.

"Kami sudah melaporkan hal ini ke Pak Bupati dan pihak terkait termasuk untuk bantuan alat berat guna menyingkirkan timbunan material longsoran dari badan jalan. Beruntung tidak ada korban jiwa saat kejadian," kata Saleh, Minggu.

Longsor juga melanda wilayah dusun Balleangngang, Desa Ulujangang, Kecamatan Bontolempangang, Kabupaten Gowa. Jalan sepanjang 20 meter tertimbun longsor yang mengakibatka akses jalan antara Kecamatan Bontolempangang menuju Kecamatan Biringbulu terputus.

Camat Bontolempangang Sadar Ahdar yang dikonfirmasi mengatakan, sampai saat ini, ratusan warga yang diturunkannya dari tiga dusun belum mampu membersihkan timbunan longsoran dari badan jalan. Mereka juga menunggu bantuan alat berat dari kabupaten untuk membersihkan longsoran tersebut.

"Kami serba hati-hati sebab jurang menganga di sisi jalan cukup dalam sekitar 200 meter kedalamannya. Saat ini hujan kembali turun dan kami semua siap-siap hentikan dulu pembersihan. Kami upayakan kendaraan roda dua bisa dibuatkan jalan sehingga akses transportasi bisa teratasi dulu. Kami mencoba menggeser dua batu besar yang jatuh dari tebing atas namun belum mampu bergeser," jelas Sadar melalui pesan singkatnya.

Editor :

Ana Shofiana Syatiri


23.27 | 0 komentar | Read More

Rasyid Rajasa Tak Bisa Lepas dari Jerat Hukum

Written By bopuluh on Jumat, 04 Januari 2013 | 23.27

JAKARTA, KOMPAS.com — Guru Besar Kriminologi Universitas Indonesia Bambang Widodo Umar mengatakan, putra Menko Perekonomian Hatta Rajasa, M Rasyid Amrullah Rajasa (22), tidak dapat lepas dari jeratan hukum. Rasyid adalah pengemudi BMW X5 yang terlibat kecelakaan maut di Tol Jagorawi dengan Daihatsu Luxio, Selasa (1/1/2013) pagi kemarin. Akibat peristiwa itu, dua orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya mengalami luka-luka.

Bambang mengatakan, kelalaian pengemudi sehingga menimbulkan korban jiwa adalah delic culpa pidana. Hal ini diperkuat dengan ketentuan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian pengemudi yang menyebabkan orang lain terluka atau meninggal dunia.

"Perkaranya tidak boleh diselesaikan di bawah tangan, tetapi tetap harus diteruskan ke pengadilan. Hal ini juga untuk pembelajaran bagi masyarakat dan pejabat tinggi. Kalau akhirnya damai, ini preseden buruk karena itu membuktikan Indonesia negara kekuasaan," kata Bambang kepada Kompas.com, di Jakarta, Rabu (2/1/2013).

Sementara itu, tanggung jawab keluarga Hatta dengan memberikan bantuan hukum dan upaya damai hanya akan meringankan hukuman. Namun, Rasyid akan tetap diproses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Independensi polisi pun diuji dalam menangani kasus ini.

"Jika ingin menjaga eksistensinya, Polri harus teliti dan cermat dalam memeriksa TKP. Sebab, dari sana, bisa diketahui kemungkinan penyebab kecelakaan, apakah faktor kendaraan atau pengemudi," ujar Bambang. 

Bambang juga menekankan, olah tempat kejadian harus dilakukan dengan cepat. Sebab, dikhawatirkan akan terjadi kemungkinan berubahnya analisis kecelakaan jika olah TKP dilakukan tidak dengan cepat dan cermat.

"Polisi harus obyektif jika ingin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum," katanya. 

Diberitakan sebelumnya, mobil BMW B 272 HR yang dikendarai Rasyid menabrak mobil Daihatsu Luxio F 1622 CY di ruas Tol Jagorawi, Selasa (1/1/2013) pagi. Akibatnya, dua orang meninggal, yakni Harun (57) dan M Raihan, bayi berumur 14 bulan. Tiga orang korban luka-luka adalah Nung (30) dan Moh Rifan yang dibawa ke RS Polri dan seorang lagi bernama Supriyati (30) yang sempat dibawa ke RS UKI.

Editor :

Inggried Dwi Wedhaswary


23.27 | 0 komentar | Read More

Solusi untuk Bau Mulut yang Tak Sembuh-sembuh

TANYA :

Pagi  Bu dokter, saya seorang guru dok. Saya merasakan halitosis yang sangat menyiksa. Saya sudah berusaha keras untuk menghilangkannya, namun usaha itu tidak bertahan lama dok. Saya merasa ini karena faktor penyakit dari dalam sehingga berulang terus menerus. Di mana saya bisa mendapat konsultasi yang maksimal dok? Apakah ada obat yang tepat untuk saya? Apakah ini ada kaitannya dengan bakteri E.coli yang saya baca dari internet? Tolong kasih saya solusi dok, karena ini sangat berkaitan dengan profesi saya. Saya tidak bisa terpaksa menjaga jarak dengan anak-anak didik saya .

(Mufti, 27 tahun, Tegal)


JAWAB :

Ibu Mufti yang baik,

Bau mulut atau istilah kedokteran giginya adalah halitosis merupakan bau yang timbul akibat proses bakteri di dalam mulut. Komponen utama bakteri yang menyebabkan bau mulut adalah hidrogen sulfida dan merkaptan. Penyebab bau mulut antara lain:  

1.    Adanya penyakit jaringan pendukung gigi
2.    Aliran air ludahnya kurang
3.    Tambalan yang tidak tepat
4.    Kumpulan bakteri yang berlebihan di lidah
5.    Gigi tiruan yang tidak bersih
6.    Sisa makanan yang terdapat di saku gusi
7.    Adanya penyakit sistemik
8.    Konsumsi obat tertentu
9.    Gangguan pencernaan

Apakah salah satu usaha yang telah anda lakukan untuk mencegah bau mulut mencakup hal-hal dibawah ini?

Hal-hal yang anda bisa lakukan untuk mencegah bau mulut adalah:

1.    Melakukan penyikatan gigi dengan teknik yang tepat dan optimal dengan pasta gigi ber-fluor, melakukan penyikatan lidah, serta menggunakan alat bantu benang gigi.

2.    Menggunakan agen antibakteri untuk rongga mulut, yaitu obat kumur klorheksidin (namun tidak boleh digunakan dalam waktu lebih dari 2 minggu berturut-turut).

3.    Merangsang aliran air ludah dengan cara banyak makan buah yang berserat dan sayuran hijau, banyak mengkonsumsi air mineral, atau dapat menggunakan obat kumur baking soda.

4.    Mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang manis diantara waktu makan utama, untuk mencegah terjadinya gigi berlubang yang dapat menimbulkan bau mulut.

5.    Rutin melakukan pemeriksaan dan pembersihan karang gigi di Dokter Gigi.

6.    Memperbaiki tambalan gigi yang tidak baik di Dokter Gigi.

7.    Melakukan penambalan gigi pada gigi yang berlubang.

8.    Mengurangi kebiasaan buruk, misalnya merokok.

9.    Jika anda memiliki radang sinus menahun, penyakit gangguan pencernaan, atau diabetes, sebaiknya segera konsultasikan ke Dokter Spesialis yang berkompeten, untuk segera dilakukan perawatan.

Terakhir, anda harus mengurangi makan-makanan yang merangsang timbulnya bau mulut. Jika memang ingin mengkonsumsinya sebaiknya setelah makan makanan yang menimbulkan bau (seperti jengkol dan bawang), anda harus berkumur, menyikat lidah dan menyikat gigi anda, atau dapat mengunyah permen karet xylitol untuk merangsang air ludah.

Pilihan lain anda dapat mengkonsumsi sayuran hijau, wortel, daun mint, roti tawar, atau minum teh hijau. Sehingga bau mulut akibat makanan tersebut dapat berkurang atau hilang.

Anda dapat berkonsultasi ke Dokter Gigi langganan anda mengenai masalah bau mulut ini. Namun jika seluruh upaya dirasa gagal, sebaiknya anda segera memeriksakan diri ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam (dr., Sp.PD). Sampaikan keluhan bau mulut anda dan keluhan lain yang ada di dalam tubuh anda, sehingga Dokter akan memberikan solusi yang tepat.

Demikian Ibu Mufti, semoga bermanfaat.

Salam gigi sehat.


23.27 | 0 komentar | Read More

Rasyid Rajasa Tak Bisa Lepas dari Jerat Hukum

Written By bopuluh on Rabu, 02 Januari 2013 | 23.27

JAKARTA, KOMPAS.com — Guru Besar Kriminologi Universitas Indonesia Bambang Widodo Umar mengatakan, putra Menko Perekonomian Hatta Rajasa, M Rasyid Amrullah Rajasa (22), tidak dapat lepas dari jeratan hukum. Rasyid adalah pengemudi BMW X5 yang terlibat kecelakaan maut di Tol Jagorawi dengan Daihatsu Luxio, Selasa (1/1/2013) pagi kemarin. Akibat peristiwa itu, dua orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya mengalami luka-luka.

Bambang mengatakan, kelalaian pengemudi sehingga menimbulkan korban jiwa adalah delic culpa pidana. Hal ini diperkuat dengan ketentuan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian pengemudi yang menyebabkan orang lain terluka atau meninggal dunia.

"Perkaranya tidak boleh diselesaikan di bawah tangan, tetapi tetap harus diteruskan ke pengadilan. Hal ini juga untuk pembelajaran bagi masyarakat dan pejabat tinggi. Kalau akhirnya damai, ini preseden buruk karena itu membuktikan Indonesia negara kekuasaan," kata Bambang kepada Kompas.com, di Jakarta, Rabu (2/1/2013).

Sementara itu, tanggung jawab keluarga Hatta dengan memberikan bantuan hukum dan upaya damai hanya akan meringankan hukuman. Namun, Rasyid akan tetap diproses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Independensi polisi pun diuji dalam menangani kasus ini.

"Jika ingin menjaga eksistensinya, Polri harus teliti dan cermat dalam memeriksa TKP. Sebab, dari sana, bisa diketahui kemungkinan penyebab kecelakaan, apakah faktor kendaraan atau pengemudi," ujar Bambang. 

Bambang juga menekankan, olah tempat kejadian harus dilakukan dengan cepat. Sebab, dikhawatirkan akan terjadi kemungkinan berubahnya analisis kecelakaan jika olah TKP dilakukan tidak dengan cepat dan cermat.

"Polisi harus obyektif jika ingin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum," katanya. 

Diberitakan sebelumnya, mobil BMW B 272 HR yang dikendarai Rasyid menabrak mobil Daihatsu Luxio F 1622 CY di ruas Tol Jagorawi, Selasa (1/1/2013) pagi. Akibatnya, dua orang meninggal, yakni Harun (57) dan M Raihan, bayi berumur 14 bulan. Tiga orang korban luka-luka adalah Nung (30) dan Moh Rifan yang dibawa ke RS Polri dan seorang lagi bernama Supriyati (30) yang sempat dibawa ke RS UKI.

Editor :

Inggried Dwi Wedhaswary


23.27 | 0 komentar | Read More

Solusi untuk Bau Mulut yang Tak Sembuh-sembuh

TANYA :

Pagi  Bu dokter, saya seorang guru dok. Saya merasakan halitosis yang sangat menyiksa. Saya sudah berusaha keras untuk menghilangkannya, namun usaha itu tidak bertahan lama dok. Saya merasa ini karena faktor penyakit dari dalam sehingga berulang terus menerus. Di mana saya bisa mendapat konsultasi yang maksimal dok? Apakah ada obat yang tepat untuk saya? Apakah ini ada kaitannya dengan bakteri E.coli yang saya baca dari internet? Tolong kasih saya solusi dok, karena ini sangat berkaitan dengan profesi saya. Saya tidak bisa terpaksa menjaga jarak dengan anak-anak didik saya .

(Mufti, 27 tahun, Tegal)


JAWAB :

Ibu Mufti yang baik,

Bau mulut atau istilah kedokteran giginya adalah halitosis merupakan bau yang timbul akibat proses bakteri di dalam mulut. Komponen utama bakteri yang menyebabkan bau mulut adalah hidrogen sulfida dan merkaptan. Penyebab bau mulut antara lain:  

1.    Adanya penyakit jaringan pendukung gigi
2.    Aliran air ludahnya kurang
3.    Tambalan yang tidak tepat
4.    Kumpulan bakteri yang berlebihan di lidah
5.    Gigi tiruan yang tidak bersih
6.    Sisa makanan yang terdapat di saku gusi
7.    Adanya penyakit sistemik
8.    Konsumsi obat tertentu
9.    Gangguan pencernaan

Apakah salah satu usaha yang telah anda lakukan untuk mencegah bau mulut mencakup hal-hal dibawah ini?

Hal-hal yang anda bisa lakukan untuk mencegah bau mulut adalah:

1.    Melakukan penyikatan gigi dengan teknik yang tepat dan optimal dengan pasta gigi ber-fluor, melakukan penyikatan lidah, serta menggunakan alat bantu benang gigi.

2.    Menggunakan agen antibakteri untuk rongga mulut, yaitu obat kumur klorheksidin (namun tidak boleh digunakan dalam waktu lebih dari 2 minggu berturut-turut).

3.    Merangsang aliran air ludah dengan cara banyak makan buah yang berserat dan sayuran hijau, banyak mengkonsumsi air mineral, atau dapat menggunakan obat kumur baking soda.

4.    Mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang manis diantara waktu makan utama, untuk mencegah terjadinya gigi berlubang yang dapat menimbulkan bau mulut.

5.    Rutin melakukan pemeriksaan dan pembersihan karang gigi di Dokter Gigi.

6.    Memperbaiki tambalan gigi yang tidak baik di Dokter Gigi.

7.    Melakukan penambalan gigi pada gigi yang berlubang.

8.    Mengurangi kebiasaan buruk, misalnya merokok.

9.    Jika anda memiliki radang sinus menahun, penyakit gangguan pencernaan, atau diabetes, sebaiknya segera konsultasikan ke Dokter Spesialis yang berkompeten, untuk segera dilakukan perawatan.

Terakhir, anda harus mengurangi makan-makanan yang merangsang timbulnya bau mulut. Jika memang ingin mengkonsumsinya sebaiknya setelah makan makanan yang menimbulkan bau (seperti jengkol dan bawang), anda harus berkumur, menyikat lidah dan menyikat gigi anda, atau dapat mengunyah permen karet xylitol untuk merangsang air ludah.

Pilihan lain anda dapat mengkonsumsi sayuran hijau, wortel, daun mint, roti tawar, atau minum teh hijau. Sehingga bau mulut akibat makanan tersebut dapat berkurang atau hilang.

Anda dapat berkonsultasi ke Dokter Gigi langganan anda mengenai masalah bau mulut ini. Namun jika seluruh upaya dirasa gagal, sebaiknya anda segera memeriksakan diri ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam (dr., Sp.PD). Sampaikan keluhan bau mulut anda dan keluhan lain yang ada di dalam tubuh anda, sehingga Dokter akan memberikan solusi yang tepat.

Demikian Ibu Mufti, semoga bermanfaat.

Salam gigi sehat.


23.27 | 0 komentar | Read More

Rasyid Rajasa Tak Bisa Lepas dari Jerat Hukum

Written By bopuluh on Selasa, 01 Januari 2013 | 23.27

JAKARTA, KOMPAS.com — Guru Besar Kriminologi Universitas Indonesia Bambang Widodo Umar mengatakan, putra Menko Perekonomian Hatta Rajasa, M Rasyid Amrullah Rajasa (22), tidak dapat lepas dari jeratan hukum. Rasyid adalah pengemudi BMW X5 yang terlibat kecelakaan maut di Tol Jagorawi dengan Daihatsu Luxio, Selasa (1/1/2013) pagi kemarin. Akibat peristiwa itu, dua orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya mengalami luka-luka.

Bambang mengatakan, kelalaian pengemudi sehingga menimbulkan korban jiwa adalah delic culpa pidana. Hal ini diperkuat dengan ketentuan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian pengemudi yang menyebabkan orang lain terluka atau meninggal dunia.

"Perkaranya tidak boleh diselesaikan di bawah tangan, tetapi tetap harus diteruskan ke pengadilan. Hal ini juga untuk pembelajaran bagi masyarakat dan pejabat tinggi. Kalau akhirnya damai, ini preseden buruk karena itu membuktikan Indonesia negara kekuasaan," kata Bambang kepada Kompas.com, di Jakarta, Rabu (2/1/2013).

Sementara itu, tanggung jawab keluarga Hatta dengan memberikan bantuan hukum dan upaya damai hanya akan meringankan hukuman. Namun, Rasyid akan tetap diproses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Independensi polisi pun diuji dalam menangani kasus ini.

"Jika ingin menjaga eksistensinya, Polri harus teliti dan cermat dalam memeriksa TKP. Sebab, dari sana, bisa diketahui kemungkinan penyebab kecelakaan, apakah faktor kendaraan atau pengemudi," ujar Bambang. 

Bambang juga menekankan, olah tempat kejadian harus dilakukan dengan cepat. Sebab, dikhawatirkan akan terjadi kemungkinan berubahnya analisis kecelakaan jika olah TKP dilakukan tidak dengan cepat dan cermat.

"Polisi harus obyektif jika ingin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum," katanya. 

Diberitakan sebelumnya, mobil BMW B 272 HR yang dikendarai Rasyid menabrak mobil Daihatsu Luxio F 1622 CY di ruas Tol Jagorawi, Selasa (1/1/2013) pagi. Akibatnya, dua orang meninggal, yakni Harun (57) dan M Raihan, bayi berumur 14 bulan. Tiga orang korban luka-luka adalah Nung (30) dan Moh Rifan yang dibawa ke RS Polri dan seorang lagi bernama Supriyati (30) yang sempat dibawa ke RS UKI.

Editor :

Inggried Dwi Wedhaswary


23.27 | 0 komentar | Read More

Solusi untuk Bau Mulut yang Tak Sembuh-sembuh

TANYA :

Pagi  Bu dokter, saya seorang guru dok. Saya merasakan halitosis yang sangat menyiksa. Saya sudah berusaha keras untuk menghilangkannya, namun usaha itu tidak bertahan lama dok. Saya merasa ini karena faktor penyakit dari dalam sehingga berulang terus menerus. Di mana saya bisa mendapat konsultasi yang maksimal dok? Apakah ada obat yang tepat untuk saya? Apakah ini ada kaitannya dengan bakteri E.coli yang saya baca dari internet? Tolong kasih saya solusi dok, karena ini sangat berkaitan dengan profesi saya. Saya tidak bisa terpaksa menjaga jarak dengan anak-anak didik saya .

(Mufti, 27 tahun, Tegal)


JAWAB :

Ibu Mufti yang baik,

Bau mulut atau istilah kedokteran giginya adalah halitosis merupakan bau yang timbul akibat proses bakteri di dalam mulut. Komponen utama bakteri yang menyebabkan bau mulut adalah hidrogen sulfida dan merkaptan. Penyebab bau mulut antara lain:  

1.    Adanya penyakit jaringan pendukung gigi
2.    Aliran air ludahnya kurang
3.    Tambalan yang tidak tepat
4.    Kumpulan bakteri yang berlebihan di lidah
5.    Gigi tiruan yang tidak bersih
6.    Sisa makanan yang terdapat di saku gusi
7.    Adanya penyakit sistemik
8.    Konsumsi obat tertentu
9.    Gangguan pencernaan

Apakah salah satu usaha yang telah anda lakukan untuk mencegah bau mulut mencakup hal-hal dibawah ini?

Hal-hal yang anda bisa lakukan untuk mencegah bau mulut adalah:

1.    Melakukan penyikatan gigi dengan teknik yang tepat dan optimal dengan pasta gigi ber-fluor, melakukan penyikatan lidah, serta menggunakan alat bantu benang gigi.

2.    Menggunakan agen antibakteri untuk rongga mulut, yaitu obat kumur klorheksidin (namun tidak boleh digunakan dalam waktu lebih dari 2 minggu berturut-turut).

3.    Merangsang aliran air ludah dengan cara banyak makan buah yang berserat dan sayuran hijau, banyak mengkonsumsi air mineral, atau dapat menggunakan obat kumur baking soda.

4.    Mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang manis diantara waktu makan utama, untuk mencegah terjadinya gigi berlubang yang dapat menimbulkan bau mulut.

5.    Rutin melakukan pemeriksaan dan pembersihan karang gigi di Dokter Gigi.

6.    Memperbaiki tambalan gigi yang tidak baik di Dokter Gigi.

7.    Melakukan penambalan gigi pada gigi yang berlubang.

8.    Mengurangi kebiasaan buruk, misalnya merokok.

9.    Jika anda memiliki radang sinus menahun, penyakit gangguan pencernaan, atau diabetes, sebaiknya segera konsultasikan ke Dokter Spesialis yang berkompeten, untuk segera dilakukan perawatan.

Terakhir, anda harus mengurangi makan-makanan yang merangsang timbulnya bau mulut. Jika memang ingin mengkonsumsinya sebaiknya setelah makan makanan yang menimbulkan bau (seperti jengkol dan bawang), anda harus berkumur, menyikat lidah dan menyikat gigi anda, atau dapat mengunyah permen karet xylitol untuk merangsang air ludah.

Pilihan lain anda dapat mengkonsumsi sayuran hijau, wortel, daun mint, roti tawar, atau minum teh hijau. Sehingga bau mulut akibat makanan tersebut dapat berkurang atau hilang.

Anda dapat berkonsultasi ke Dokter Gigi langganan anda mengenai masalah bau mulut ini. Namun jika seluruh upaya dirasa gagal, sebaiknya anda segera memeriksakan diri ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam (dr., Sp.PD). Sampaikan keluhan bau mulut anda dan keluhan lain yang ada di dalam tubuh anda, sehingga Dokter akan memberikan solusi yang tepat.

Demikian Ibu Mufti, semoga bermanfaat.

Salam gigi sehat.


23.27 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger