Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Demokrat: Pernyataan Dipo Kembali Buat Gaduh

Written By bopuluh on Senin, 12 November 2012 | 23.27

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat Sutan Bhatoegana mendesak Sekretaris Kabinet Dipo Alam untuk melaporkan dugaan ketua fraksi di DPR yang mengamankan penggelembungan APBN. Jika tidak, pernyataan Dipo hanya akan kembali menimbulkan kegaduhan politik.

"Siapa pun pejabatnya, Pak Dipo atau siapa pun, jangan (sampaikan) ke media, sampaikan langsung ke kepolisian atau KPK. Kalau hanya lempar ke media, antara kita saling tuding-menuding. Nanti menjadi fitnah," ujar Sutan, Senin (13/11/2012), saat dijumpai di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Dengan pernyataan Dipo yang tidak langsung menyebut oknumnya itu, Sutan menilai akan membuat masyarakat berprasangka tidak baik kepada fraksi-fraksi yang ada. "Kalau ada (kongkalikong penggelembungan APBN), ini bisa kembali membuat gaduh. Makanya, sampaikan secara tertulis ke pihak yang berwajib," kata Sutan.

Ia menilai sikap Dipo yang tak jauh berbeda dengan Dahlan Iskan ini dengan bermain dengan pernyataan di media ini terlihat hanya ingin memberi peringatan bagi DPR. "Ini mau menunjukkan supaya Parlemen juga jangan sewenang-wenang. Dari Demokrat juga bilang BUMN nggak bersih-bersih juga kok," kata Sutan.

Sutan pun memperingatkan kembali kepada Dipo untuk tidak terus berteriak ke media. Namun, Dipo harus fokus melakukan pembenahan di internal pemerintahan. "Ini menunjukkan bahwa kita ini sama-sama semangat untuk bersihkan rumah masing-masing. Tidak usah teriak-teriak yang lain, ente saling mengingatkan saja," tukas Sutan.

Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Kabinet Dipo Alam mengaku menerima banyak laporan dari pegawai negeri sipil (PNS) di kementerian terkait praktik kongkalikong untuk menggerus APBN. Laporan itu masuk pasca-surat edaran Sekretaris Kabinet nomor N42 terkait pencegahan praktik kongkalikong anggaran di instansi pemerintah. Dipo menyebut ada partai politik koalisi pemerintah yang menyusupkan kadernya di suatu kementerian.

Kader yang mendapat jabatan struktural hingga staf khusus menteri itu, kata dia, bertugas mengatur berbagai proyek dengan dana APBN untuk kepentingan partai. Mereka merekayasa proyek agar perusahaan tertentu menang tender. Setoran dari para perusahaan pemenang tender, kata dia, bisa mencapai puluhan miliar rupiah. Kalau semua setoran dikumpulkan, besarnya bisa mencapai ratusan miliar rupiah dalam satu tahun.

Dipo juga menyebut ada ketua fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat yang bertugas menciptakan program atau kegiatan serta mengamankan alokasi anggaran yang sudah digelembungkan agar disetujui DPR. Pengelembungan sudah terjadi ketika penyusunan anggaran di kementerian. Semua penjelasan Dipo itu mengacu pada laporan PNS. Dia menyebut laporan yang masuk disertai bukti-bukti. Tak disebutkan apakah sudah ada klarifikasi terkait bukti-bukti itu. Dipo juga tak mau menyebut nama parpol, nama-nama kader parpol, nama kementerian, serta proyek yang dimaksud.

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Dahlan Iskan Versus DPR


23.27 | 0 komentar | Read More

Jamu Timor Leste, Timnas Tes Van Beukering dkk

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih tim nasional Indonesia, Nil Maizar, akan menguji kemampuan tiga pemain naturalisasi skuad "Garuda" dalam laga ujicoba melawan Timor Leste di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (14/11/2012). Pelatih berusia 42 tahun itu berharap ketiga pemain tersebut bisa menampilkan permainan terbaiknya.

"Kita lihat saja nanti (apakah pemain naturalisasi akan dimainkan), karena itu bergantung pada tim pelatih. Tetapi Insya Allah mereka akan kita turunkan," ujar Nil usai memimpin latihan timnas di SUGBK, Jakarta, Selasa (13/11/2012).

Tiga pemain naturalisasi, yakni Tonnie Cusell, Raphael Guilermo Maitimo, dan Johnny Van Beukering sudah hadir dalam pemusatan latihan atau training camp (TC) timnas sejak Kamis (8/11/2013). Satu pemain baru lainnya, yakni bek asal Espanyol B, Arthur Irawan, juga telah bergabung dengan Irfan Bachdim dan kawan-kawan.

Keempat pemain baru itu sempat dimainkan dalam simulasi pertandingan normal 11 lawan 11 dalam TC timnas, Sabtu (10/11/2012). Nil mengatakan, meski baru bergabung beberapa hari, keempat pemain tersebut sudah menunjukan peningkatan yang cukup baik.

"Nanti juga kan masih ada pertandingan 2x45 menit (ujicoba melawan Kamerun). Jadi nanti akan kita usahakan (mengetes mereka). Intinya, pemain yang punya potensi, pasti kita turunkan," lanjut Nil.

Terkait belum selesainya paspor Raphael Guilermo, Nil mengaku akan lebih dulu mendiskusikannya dengan manajemen. Maklum saja, pertandingan kontra Timor Leste termasuk salah satu agenda resmi FIFA. Dengan begitu, Raphael bakal tidak bermain jika paspornya belum rampung.

"Saya belum tahu bagaimana kondisi terakhir masalah paspor Raphael itu. Jadi, nanti kita kondisikan saja bagaimana yang terbaik," kata Nil.

Setelah melawan Timor Leste, skuad "Merah Putih" akan menghadapi Kamerun pada Sabtu (17/11/2012), yang merupakan uji coba terakhir. Setelah pertandingan tersebut, tim pelatih akan menentukan daftar final 22 pemain untuk Piala AFF 2012.


23.27 | 0 komentar | Read More

Film Tentang Veteran Menangi Lawang Sewu Festival

Written By bopuluh on Minggu, 11 November 2012 | 23.27

SEMARANG, KOMPAS.com--Film pendek yang menceritakan tentang kisah veteran yang menjadi tukang sapu memenangi kategori umum dalam Lawangsewu Film Festival 2012 yang diprakarsai Komunitas Sinema Semarang (KSS).

"Film ini tidak berisi banyak dialog, namun pesannya mengena dan sangat menyentuh," kata Aditya Gumay, salah satu dewan juri pada Malam Grand Final Lawangsewu Film Festival 2012 di Semarang, Minggu (11/11) malam.

Menurut sutradara ternama yang telah menyutradari banyak film, di antaranya "Emak Ingin Naik Haji" dan "Rumah Tanpa Jendela" itu, film garapan Komunitas Sinema Bawah Pohon Jakarta itu cukup kuat dalam penceritaan.

Film tersebut, kata Gumay yang mengumumkan langsung para pemenang festival film pendek itu, film berjudul "Lencana Tukang Sapu itu menceritakan veteran perang yang terpaksa menggadaikan lencananya untuk berobat.

"Saya mengapresiasi Lawangsewu Film Festival ini, sebab bisa menggeliatkan anak-anak muda berkreasi membuat film. Apalagi, peserta festival ini tak hanya dari Semarang, namun berbagai kota di Indonesia," kata Gumay.

Ketua Dewan Kesenian Semarang (Dekase) Mulyo Hadi Purnomo mengakui perkembangan perfilman di Semarang masih kalah dibandingkan kota lain, seperti Banjarnegara, Purwokerto, apalagi Bandung, Yogyakarta, dan Jakarta.

Karena itu, kata dia, pergelaran festival film pendek semacam itu diharapkan bisa merangsang kreativitas sineas-sineas muda Semarang untuk membuat film bermutu, apalagi ternyata pesertanya banyak dari daerah lain.

"Saya rasa Semarang masih harus banyak belajar dari kota-kota lain. Ikutnya peserta dari berbagai daerah, hingga Aceh, saya harap bisa mendorong sineas muda Semarang berkompetisi menghasilkan yang terbaik," kata Mulyo.

Sementara itu, Tohar Gunawan (26) sutradara film "Lencana Tukang Sapu" menjelaskan pembuatan film tersebut hanya memakan waktu selama tiga minggu dengan lokasi penggarapan di sejumlah titik di kawasan Ibu Kota.

Film yang menelan biaya produksi sekitar satu juta rupiah itu, kata dia, terinspirasi dari kisah seorang veteran perang bernama Engkong Nasir yang sekarang ini hidup berkesusahan dan tidak memiliki apa-apa.

"Karena itu, sebagian uang hadiah dari festival film ini kami sumbangkan kepada beliau. Kami ingin semua masyarakat menghargai jasa para pahlawan," kata mahasiswa Institut Kesenian Jakarta (IKJ) angkatan 2009 itu.

Ada 65 karya bersaing di festival film itu, terbagi kategori pelajar dan umum. Juara kedua kategori umum, yakni "Sebuah Kisah Dari Mawar" garapan Komunitas Ruang Gelap Jakarta, disusul "Skeptis" garapan Komunitas Mercubuana.

Sementara kategori pelajar, juara satu diraih film "Puncak!" garapan siswa SMK Negeri 11 Semarang, disusul "Untuk Ibu" garapan siswa SMA Negeri 1 Banjarnegara, dan ketiga "Kejar" garapan CIP Production Salatiga.


23.27 | 0 komentar | Read More

Basuki: Kita Belum Bercucuran Darah

Basuki: Kita Belum Bercucuran Darah

Penulis : Indra Akuntono | Senin, 12 November 2012 | 14:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai perjuangan masyarakat saat ini masih relatif enteng. Setidaknya bila dibandingkan dengan apa yang dilakukan para pahlawan saat berjuang memperebutkan kemerdekaan.

"Kita belum bercucuran darah, perjuangan kita relatif enteng," kata Basuki seusai memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional di Lapangan Monas, Jakarta, Senin (12/11/2012).

Menurutnya, saat ini tantangan terbesar masyarakat adalah berperang melawan bangsa sendiri, berperang melawan dirinya masing-masing. Sesuai dengan apa yang pernah diungkapkan Presiden pertama Indonesia Soekarno.

Baginya, semua perjuangan masyarakat di era saat ini belum sebanding dengan apa yang telah dilakukan para pahlawan. Itulah mengapa menurutnya Hari Pahlawan Nasional harus terus diperingati setiap tahunnya sebagai ungkapan hormat kepada para pahlawan.

"Sekarang kita hanya berjuang agar tidak korup dan harus adil melayani masyarakat. Itu sesuatu yang enggak sebanding dengan perjuangan pahlawan. Maka, harus terus kita peringati," ucapnya.

Di luar itu, Basuki menegaskan bahwa pahlawan adalah sosok pribadi yang berani mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan menjunjung tinggi sumpah jabatan.

"Enggak ngambil uang rakyat dan enggak diam saat rakyat dizalimi. Pahlawan adalah orang yang berani mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat," tuturnya.

Editor :

Ana Shofiana Syatiri


23.27 | 0 komentar | Read More

KOMPAS.com

Written By bopuluh on Sabtu, 10 November 2012 | 23.27

KOMPAS.comKOMPAS.comRekonsiliasi Tragedi 65/66 Tetap Harus JalanNur Mahmudi Jelaskan One Day No Rice dalam BukunyaWaspadai Zat Pewarna pada Jajanan Sekolah!Inikah Layar 5 dan 7 Inci Masa DepanMakin Banyak Wanita Kegemukan Hamil di Atas 200 KgDatang Menjenguk, Nikita Willy Peluk Diego Michiels dan MenangisMewahnya Busana Muslim Itang Yunasz dan Ronald V. GaghanaSBY Dinilai Lindungi Penyimpangan PembantunyaPensiunan Pastur Gigit Kuping PasturWarga Marunda: Mana Ambulans Kami, Pak JokowiMesir Dituntut Blokir Semua Situs PornoKTP Warga Tanah Merah Segera Didata Tahun DepanPenangguhan Penahanan Diego Belum Dikabulkan11 November, Hari Konservasi CiliwungGunung Lokon Meletus Lagi


Notice: Undefined index: HTTP_USER_AGENT in /www/cyb2-wskcwp-02/public_html/kompascom2011/index.php on line 13
http://www.kompas.com/ News and Service Sun , 11 Nov 2012 14:15:00 +0000 id 2012 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/1422577/Rekonsiliasi.Tragedi.6566.Tetap.Harus.Jalan Sun , 11 Nov 2012 14:22:57 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/12/24/2000497t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pengembalian berkas penyelidikan tragedi kemanusiaan 1965/1966 oleh Kejagung dinilai Komnas HAM hanya merupakan masalah teknis hukum. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/1422577/Rekonsiliasi.Tragedi.6566.Tetap.Harus.Jalan">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/1422577/Rekonsiliasi.Tragedi.6566.Tetap.Harus.Jalan http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14144889/Nur.Mahmudi.Jelaskan.One.Day.No.Rice.dalam.Bukunya Sun , 11 Nov 2012 14:14:48 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/11/1333486-kontroversi-one-day-no-rice-dijawab-dengan-buku-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menjawab kontroversi One Day No Rice dengan buku yang ditulisnya sendiri. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14144889/Nur.Mahmudi.Jelaskan.One.Day.No.Rice.dalam.Bukunya">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14144889/Nur.Mahmudi.Jelaskan.One.Day.No.Rice.dalam.Bukunya http://health.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14120161/Waspadai.Zat.Pewarna.pada.Jajanan.Sekolah Sun , 11 Nov 2012 14:12:01 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/03/13/1031212t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pemakaian zat pewarna kimia, boraks, serta formalin masih mendominasi kandungan zat-zat berbahaya yang banyak ditemukan pada jajanan sekolah. <a href="http://health.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14120161/Waspadai.Zat.Pewarna.pada.Jajanan.Sekolah">[...]</a> http://health.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14120161/Waspadai.Zat.Pewarna.pada.Jajanan.Sekolah http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14085242/Inikah.Layar.5.dan.7.Inci.Masa.Depan Sun , 11 Nov 2012 14:08:52 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/09/1806573-japan-display-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Gadget masa depan dengan layar 5 dan 7 inci bisa jadi akan dilengkapi layar dengan resolusi Full-High Definition atau lebih dari perusahaan Jepang <a href="http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14085242/Inikah.Layar.5.dan.7.Inci.Masa.Depan">[...]</a> http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14085242/Inikah.Layar.5.dan.7.Inci.Masa.Depan http://health.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13574875/Makin.Banyak.Wanita.Kegemukan.Hamil.di.Atas.200.Kg. Sun , 11 Nov 2012 13:57:48 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/08/03/0214304t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Semakin banyak wanita yang hamil muda, namun indeks massa tubuh mereka sudah melebihi 40, dan bahkan 50. <a href="http://health.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13574875/Makin.Banyak.Wanita.Kegemukan.Hamil.di.Atas.200.Kg.">[...]</a> http://health.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13574875/Makin.Banyak.Wanita.Kegemukan.Hamil.di.Atas.200.Kg. http://entertainment.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13541299/Datang.Menjenguk..Nikita.Willy.Peluk.Diego.Michiels.dan.Menangis Sun , 11 Nov 2012 13:54:12 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/11/1351406-nikita-willy-jenguk-diego-michiels-1-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Saat bertemu dengan Diego Michiels, Nikita Willy langsung memeluk Diego dan tak kuasa menahan haru. <a href="http://entertainment.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13541299/Datang.Menjenguk..Nikita.Willy.Peluk.Diego.Michiels.dan.Menangis">[...]</a> http://entertainment.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13541299/Datang.Menjenguk..Nikita.Willy.Peluk.Diego.Michiels.dan.Menangis http://female.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13541099/Mewahnya.Busana.Muslim.Itang.Yunasz.dan.Ronald.V..Gaghana Sun , 11 Nov 2012 13:54:10 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/11/1350405-appmi-luxurious-modesty-jakarta-fashion-week-2013-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Dalam show &quot;Luxurious Modesty&quot; di Jakarta Fashion Week 2013, empat desainer APPMI mengolah kemewahan dalam penggunaan bahan dan teknik embroidery. <a href="http://female.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13541099/Mewahnya.Busana.Muslim.Itang.Yunasz.dan.Ronald.V..Gaghana">[...]</a> http://female.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13541099/Mewahnya.Busana.Muslim.Itang.Yunasz.dan.Ronald.V..Gaghana http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13492324/SBY.Dinilai.Lindungi.Penyimpangan.Pembantunya Sun , 11 Nov 2012 13:49:23 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/06/03/1131214t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Sikap Presiden SBY terkait pemberian grasi untuk terpidana kasus narkotika Meirika Franola alias Ola 42 dinilai tidak bijaksana. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13492324/SBY.Dinilai.Lindungi.Penyimpangan.Pembantunya">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13492324/SBY.Dinilai.Lindungi.Penyimpangan.Pembantunya http://internasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13442970/Pensiunan.Pastur.Gigit.Kuping.Pastur Sun , 11 Nov 2012 13:44:29 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/11/1338348-pensiunan-pastur-gigit-kuping-pastur-lainnya-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Seorang pensiunan pastur Katolik berusia 80 tahun menggigit hingga putus kuping seorang pensiunan pastur lainnya ketika mereka berseteru. <a href="http://internasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13442970/Pensiunan.Pastur.Gigit.Kuping.Pastur">[...]</a> http://internasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13442970/Pensiunan.Pastur.Gigit.Kuping.Pastur http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/1344180/Warga.Marunda.Mana.Ambulans.Kami..Pak.Jokowi Sun , 11 Nov 2012 13:44:18 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/26/2335457t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Jokowi sempat mengiyakan ketika ada warga Rusun Maruda yang minta disediakan mobil ambulans. Namun hingga kini, warga masih menunggu ambulans itu. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/1344180/Warga.Marunda.Mana.Ambulans.Kami..Pak.Jokowi">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/1344180/Warga.Marunda.Mana.Ambulans.Kami..Pak.Jokowi http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13333322/Mesir.Dituntut.Blokir.Semua.Situs.Porno Sun , 11 Nov 2012 13:33:33 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2010/05/21/1049267t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Seorang Jaksa Penuntut Umum dari Mesir menuntut pemerintahnya untuk memblokir semua situs web berkonten porno. <a href="http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13333322/Mesir.Dituntut.Blokir.Semua.Situs.Porno">[...]</a> http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13333322/Mesir.Dituntut.Blokir.Semua.Situs.Porno http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13330768/KTP.Warga.Tanah.Merah.Segera.Didata.Tahun.Depan Sun , 11 Nov 2012 13:33:07 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/06/1320157-joko-di-tn-merah-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Januari tahun depan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI akan segera mulai mendata KTP bagi para warga Tanah Merah dan sekitarnya. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13330768/KTP.Warga.Tanah.Merah.Segera.Didata.Tahun.Depan">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13330768/KTP.Warga.Tanah.Merah.Segera.Didata.Tahun.Depan http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13260086/Penangguhan.Penahanan.Diego.Belum.Dikabulkan Sun , 11 Nov 2012 13:26:00 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/10/1431421-diego-michiel-digelandang-petugas-polsek-tanah-abang-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Diego Michiels 22 telah mengajukan penangguhan penahanan agar bisa ikut Piala AFF. Namun permohonan itu belum dikabulkan polisi. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13260086/Penangguhan.Penahanan.Diego.Belum.Dikabulkan">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13260086/Penangguhan.Penahanan.Diego.Belum.Dikabulkan http://sains.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13195451/11.November..Hari.Konservasi.Ciliwung Sun , 11 Nov 2012 13:19:54 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/10/1835328-hari-ciliwung-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Komunitas pegiat Sungai Ciliwung mendeklarasikan 11 November sebagai Hari Konservasi Ciliwung dengan mengusung bulus. <a href="http://sains.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13195451/11.November..Hari.Konservasi.Ciliwung">[...]</a> http://sains.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13195451/11.November..Hari.Konservasi.Ciliwung http://regional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13145773/Gunung.Lokon.Meletus.Lagi Sun , 11 Nov 2012 13:14:57 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/02/10/1244206t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Gunung Api Lokon di Tomohon kembali meletus, pada Minggu 11/11/2012 13.47 Wita. <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13145773/Gunung.Lokon.Meletus.Lagi">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13145773/Gunung.Lokon.Meletus.Lagi

KOMPAS.comKOMPAS.comRekonsiliasi Tragedi 65/66 Tetap Harus JalanNur Mahmudi Jelaskan One Day No Rice dalam BukunyaWaspadai Zat Pewarna pada Jajanan Sekolah!Inikah Layar 5 dan 7 Inci Masa DepanMakin Banyak Wanita Kegemukan Hamil di Atas 200 KgDatang Menjenguk, Nikita Willy Peluk Diego Michiels dan MenangisMewahnya Busana Muslim Itang Yunasz dan Ronald V. GaghanaSBY Dinilai Lindungi Penyimpangan PembantunyaPensiunan Pastur Gigit Kuping PasturWarga Marunda: Mana Ambulans Kami, Pak JokowiMesir Dituntut Blokir Semua Situs PornoKTP Warga Tanah Merah Segera Didata Tahun DepanPenangguhan Penahanan Diego Belum Dikabulkan11 November, Hari Konservasi CiliwungGunung Lokon Meletus Lagi


Notice: Undefined index: HTTP_USER_AGENT in /www/cyb2-wskcwp-02/public_html/kompascom2011/index.php on line 13
http://www.kompas.com/ News and Service Sun , 11 Nov 2012 14:15:00 +0000 id 2012 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/1422577/Rekonsiliasi.Tragedi.6566.Tetap.Harus.Jalan Sun , 11 Nov 2012 14:22:57 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/12/24/2000497t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pengembalian berkas penyelidikan tragedi kemanusiaan 1965/1966 oleh Kejagung dinilai Komnas HAM hanya merupakan masalah teknis hukum. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/1422577/Rekonsiliasi.Tragedi.6566.Tetap.Harus.Jalan">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/1422577/Rekonsiliasi.Tragedi.6566.Tetap.Harus.Jalan http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14144889/Nur.Mahmudi.Jelaskan.One.Day.No.Rice.dalam.Bukunya Sun , 11 Nov 2012 14:14:48 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/11/1333486-kontroversi-one-day-no-rice-dijawab-dengan-buku-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menjawab kontroversi One Day No Rice dengan buku yang ditulisnya sendiri. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14144889/Nur.Mahmudi.Jelaskan.One.Day.No.Rice.dalam.Bukunya">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14144889/Nur.Mahmudi.Jelaskan.One.Day.No.Rice.dalam.Bukunya http://health.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14120161/Waspadai.Zat.Pewarna.pada.Jajanan.Sekolah Sun , 11 Nov 2012 14:12:01 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/03/13/1031212t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pemakaian zat pewarna kimia, boraks, serta formalin masih mendominasi kandungan zat-zat berbahaya yang banyak ditemukan pada jajanan sekolah. <a href="http://health.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14120161/Waspadai.Zat.Pewarna.pada.Jajanan.Sekolah">[...]</a> http://health.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14120161/Waspadai.Zat.Pewarna.pada.Jajanan.Sekolah http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14085242/Inikah.Layar.5.dan.7.Inci.Masa.Depan Sun , 11 Nov 2012 14:08:52 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/09/1806573-japan-display-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Gadget masa depan dengan layar 5 dan 7 inci bisa jadi akan dilengkapi layar dengan resolusi Full-High Definition atau lebih dari perusahaan Jepang <a href="http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14085242/Inikah.Layar.5.dan.7.Inci.Masa.Depan">[...]</a> http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/11/11/14085242/Inikah.Layar.5.dan.7.Inci.Masa.Depan http://health.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13574875/Makin.Banyak.Wanita.Kegemukan.Hamil.di.Atas.200.Kg. Sun , 11 Nov 2012 13:57:48 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/08/03/0214304t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Semakin banyak wanita yang hamil muda, namun indeks massa tubuh mereka sudah melebihi 40, dan bahkan 50. <a href="http://health.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13574875/Makin.Banyak.Wanita.Kegemukan.Hamil.di.Atas.200.Kg.">[...]</a> http://health.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13574875/Makin.Banyak.Wanita.Kegemukan.Hamil.di.Atas.200.Kg. http://entertainment.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13541299/Datang.Menjenguk..Nikita.Willy.Peluk.Diego.Michiels.dan.Menangis Sun , 11 Nov 2012 13:54:12 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/11/1351406-nikita-willy-jenguk-diego-michiels-1-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Saat bertemu dengan Diego Michiels, Nikita Willy langsung memeluk Diego dan tak kuasa menahan haru. <a href="http://entertainment.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13541299/Datang.Menjenguk..Nikita.Willy.Peluk.Diego.Michiels.dan.Menangis">[...]</a> http://entertainment.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13541299/Datang.Menjenguk..Nikita.Willy.Peluk.Diego.Michiels.dan.Menangis http://female.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13541099/Mewahnya.Busana.Muslim.Itang.Yunasz.dan.Ronald.V..Gaghana Sun , 11 Nov 2012 13:54:10 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/11/1350405-appmi-luxurious-modesty-jakarta-fashion-week-2013-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Dalam show &quot;Luxurious Modesty&quot; di Jakarta Fashion Week 2013, empat desainer APPMI mengolah kemewahan dalam penggunaan bahan dan teknik embroidery. <a href="http://female.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13541099/Mewahnya.Busana.Muslim.Itang.Yunasz.dan.Ronald.V..Gaghana">[...]</a> http://female.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13541099/Mewahnya.Busana.Muslim.Itang.Yunasz.dan.Ronald.V..Gaghana http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13492324/SBY.Dinilai.Lindungi.Penyimpangan.Pembantunya Sun , 11 Nov 2012 13:49:23 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/06/03/1131214t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Sikap Presiden SBY terkait pemberian grasi untuk terpidana kasus narkotika Meirika Franola alias Ola 42 dinilai tidak bijaksana. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13492324/SBY.Dinilai.Lindungi.Penyimpangan.Pembantunya">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13492324/SBY.Dinilai.Lindungi.Penyimpangan.Pembantunya http://internasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13442970/Pensiunan.Pastur.Gigit.Kuping.Pastur Sun , 11 Nov 2012 13:44:29 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/11/1338348-pensiunan-pastur-gigit-kuping-pastur-lainnya-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Seorang pensiunan pastur Katolik berusia 80 tahun menggigit hingga putus kuping seorang pensiunan pastur lainnya ketika mereka berseteru. <a href="http://internasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13442970/Pensiunan.Pastur.Gigit.Kuping.Pastur">[...]</a> http://internasional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13442970/Pensiunan.Pastur.Gigit.Kuping.Pastur http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/1344180/Warga.Marunda.Mana.Ambulans.Kami..Pak.Jokowi Sun , 11 Nov 2012 13:44:18 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/26/2335457t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Jokowi sempat mengiyakan ketika ada warga Rusun Maruda yang minta disediakan mobil ambulans. Namun hingga kini, warga masih menunggu ambulans itu. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/1344180/Warga.Marunda.Mana.Ambulans.Kami..Pak.Jokowi">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/1344180/Warga.Marunda.Mana.Ambulans.Kami..Pak.Jokowi http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13333322/Mesir.Dituntut.Blokir.Semua.Situs.Porno Sun , 11 Nov 2012 13:33:33 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2010/05/21/1049267t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Seorang Jaksa Penuntut Umum dari Mesir menuntut pemerintahnya untuk memblokir semua situs web berkonten porno. <a href="http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13333322/Mesir.Dituntut.Blokir.Semua.Situs.Porno">[...]</a> http://tekno.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13333322/Mesir.Dituntut.Blokir.Semua.Situs.Porno http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13330768/KTP.Warga.Tanah.Merah.Segera.Didata.Tahun.Depan Sun , 11 Nov 2012 13:33:07 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/06/1320157-joko-di-tn-merah-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Januari tahun depan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI akan segera mulai mendata KTP bagi para warga Tanah Merah dan sekitarnya. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13330768/KTP.Warga.Tanah.Merah.Segera.Didata.Tahun.Depan">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13330768/KTP.Warga.Tanah.Merah.Segera.Didata.Tahun.Depan http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13260086/Penangguhan.Penahanan.Diego.Belum.Dikabulkan Sun , 11 Nov 2012 13:26:00 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/10/1431421-diego-michiel-digelandang-petugas-polsek-tanah-abang-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Diego Michiels 22 telah mengajukan penangguhan penahanan agar bisa ikut Piala AFF. Namun permohonan itu belum dikabulkan polisi. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13260086/Penangguhan.Penahanan.Diego.Belum.Dikabulkan">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13260086/Penangguhan.Penahanan.Diego.Belum.Dikabulkan http://sains.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13195451/11.November..Hari.Konservasi.Ciliwung Sun , 11 Nov 2012 13:19:54 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/10/1835328-hari-ciliwung-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Komunitas pegiat Sungai Ciliwung mendeklarasikan 11 November sebagai Hari Konservasi Ciliwung dengan mengusung bulus. <a href="http://sains.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13195451/11.November..Hari.Konservasi.Ciliwung">[...]</a> http://sains.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13195451/11.November..Hari.Konservasi.Ciliwung http://regional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13145773/Gunung.Lokon.Meletus.Lagi Sun , 11 Nov 2012 13:14:57 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/02/10/1244206t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Gunung Api Lokon di Tomohon kembali meletus, pada Minggu 11/11/2012 13.47 Wita. <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13145773/Gunung.Lokon.Meletus.Lagi">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2012/11/11/13145773/Gunung.Lokon.Meletus.Lagi


23.27 | 0 komentar | Read More

Nil Maizar Kantongi Gambaran Tim Inti Timnas

Written By bopuluh on Jumat, 09 November 2012 | 23.27

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih Tim Nasional Indonesia, Nil Maizar, menyatakan telah memiliki gambaran tim inti yang akan diturunkan dalam Piala AFF 2012. Hal itu diungkapkannya usai menyaksikan laga simulasi 24 pemain timnas yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (10/11/2012).

Dalam laga yang dijalankan dengan waktu 2x35 menit itu, dibagi menjadi dua tim, yaitu merah dan putih. Sejumlah pemain yang mengisi tim merah diantaranya, Irfan Bachdim, Bambang Pamungkas, Oktovianus Maniani, Ellie Aiboy, Arthur Irawan. Sedangkan, tim putih diisi oleh Andik Vermansyah, Valentino, Raphael, Johnny Van Beukering, Toni Cussel.

"Secara umum kita sudah dapatkan siapa-siapa atau gambaran siapa saja yang akan kita mainkan sebagai starting eleven," ujar Nil kepada wartawan usai pertandingan di SUGBK, Jakarta, Sabtu.

Meski demikian, Nil menuturkan pihaknya akan tetap memantau perkembangan pemainnya hingga dua pertandingan ujicoba melawan Timor Leste dan Kamerun pada 14 dan 16 November 2012. Ia berharap anak asuhnya dapat menunjukan performa maksimal hingga menjelang keberangkatan timnas ke Malaysia pada 21 November.

Terkait performa empat pemain yang baru bergabung, yakni Arthur Irawan, Toni Cussel, Raphael Guillermo Eduardo Maitimo, dan Johnny Van Beukering, menurut Nil sudah cukup baik. Namun, menurut mantan pelatih Semen Padang ini, keempat permain tersebut masih membutuhkan adaptasi dengan taktik dan strategi yang diterapkannya.

"Mudah-mudahan mereka nanti bisa maksimal. Anggap saja saya bermimpi mereka akan memberikan kontribusi yang bagus. Yang penting mereka harus menjaga mental dan performa. Kalau mereka bisa, semua pemain juga pastinya bisa," harap Nil.

Di Piala AFF yang akan berlangsung di Malaysia dan Thailand, Indonesia berada di Grup B bersama tuan rumah Malaysia, Singapura, dan Laos. Di pertandingan perdana, timnas akan berhadapan dengan Laos pada 25 November 2012.


23.27 | 0 komentar | Read More

Golkar, PKS, dan PBB Belum Lolos Verifikasi Faktual

Verifikasi Parpol

Golkar, PKS, dan PBB Belum Lolos Verifikasi Faktual

Penulis : Sabrina Asril | Sabtu, 10 November 2012 | 13:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga partai politik belum lolos verifikasi faktual yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sementara, 13 partai lainnya dinyatakan KPU telah lolos verifikasi faktual. Tiga partai yang belum lolos itu adalah Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Golkar, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Berdasarkan siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (10/11/2012), ketiga parpol yang dinyatakan belum memenuhi syarat diberikan waktu untuk memperbaiki persyaratan keterwakilan perempuan dan aspek kepengurusan partai. 

Penilaian verifikasi faktual dilakukan dengan melihat tiga aspek yakni kepengurusan inti partai (ketua, sekretaris, bendahara), surat keterangan domisili kantor sekretariat partai, dan keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam struktur kepengurusan partai.

PBB dan Golkar belum memenuhi syarat pada aspek keterwakilan perempuan. PBB hanya mampu memenuhi 12 persen, sementara Golkar hanya 18 persen. Sementara, PKS belum memenuhi syarat pada aspek kepengurusan inti partai.

"Saat diverifikasi, ketua dan sekretaris jenderalnya tidak berada di tempat," ujar Komisioner KPU Ferry Kunia Rizkiyansyah seperti yang dikutip dari siaran pers itu.

Sedangkan untuk aspek keterwakilan perempuan, PKS sudah di atas 30 persen yakni 61 persen. Bagi parpol yang belum memenuhi syarat masih dapat melengkapinya pada masa perbaikan. Masa perbaikan dilakukan selama tujuh hari yakni pada tanggal 11-17 November 2012. KPU akan melakukan verifikasi faktual hasil perbaikan pada tanggal 18-24 November 2012.

Adapun, 13 parpol yang lolos adalah sebagai berikut:
1. Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB)
2. Partai Hanura
3. Partai Persatuan Nasional (PPN)
4. Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN)
5. Partai Nasional Demokrat (Nasdem)
6. Partai Demokrasi Pembaruan (PDP)
7. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
8. Partai Demokrat
9. Partai Gerindra
10. Partai Amanat Nasional (PAN)
11. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
12. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)
13. Partai Demokrasi Indonesi Perjuangan (PDI-P)

Editor :

Inggried Dwi Wedhaswary


23.27 | 0 komentar | Read More

Menjajal Ponsel Android HTC Terkencang

Written By bopuluh on Kamis, 08 November 2012 | 23.27

JAKARTA, KOMPAS.com - Awal Oktober lalu, HTC memperkenalkan andalan barunya di kategori smartphone Android, One X+.

Kini, berdampingan dengan seri Windows Phone 8X dan 8S, HTC bersiap membawa produk tersebut ke pasar Indonesia.

Nah, Kamis (8/11/2012) kemarin, Kompas Tekno mendapat kesempatan untuk menjajal HTC One X+ sebelum smartphone yang bersangkutan resmi dilepas ke pasaran. Sebagai perbandingan, dibawalah HTC One X yang merupakan pendahulu One X+.

HTC-2
(Gambar: Oik Yusuf/ Kompas.com)

Dari luar, kedua smartphone ini ibarat pinang dibelah dua, hampir tak berbeda sama sekali, baik dari segi desain, bentuk fisik, ataupun dimensi keseluruhan.Opsi warna yang disediakan HTC pun sama-sama stealth black dan polar white.

Material yang digunakan pun setali tiga uang, kedua smartphone yang ibarat kembar ini dibuat dari  plastik polikarbonat bertekstur matte yang terkesan solid dengan rancangan unibody.

HTC-3
(Gambar: oik yusuf/ kompas.com)

"Tapi ada cara paling mudah untuk membedakannya, yaitu lingkaran merah di sekeliling unit kamera belakang pada HTC One X+ serta logo Beats Audio yang lebih besar di bagian bawah," ujar Justin Zhang, Head of Product Portfolio HTC South Asia menjelaskan.

Dia mengatakan, meski dari luar tampak nyaris serupa, HTC One X+ mengusung sejumlah peningkatan dari segi hardware, terutama kapasitas storage on-board yang diperbesar menjadi dua kali lipat (64 GB, dengan kapasitas real yang bisa dipakai sebesar 56 GB) dan prosesor yang lebih kencang.

HTC-6
(Gambar: Oik Yusuf/Kompas.com)

HTC One X+ menggunakan prosesor NVIDIA Tegra 3 (AP37) berkecepatan 1,7 GHz, lebih tinggi dari Tegra 3 (AP33) pada One X yang memiliki kecepatan 1,5 GHz. Sebagai pendukung kinerja, One X+ datang dengan sistem operasi Android 4.1 Jelly Bean secara default, dibalut interface HTC Sense 4+.

Peningkatan hardware tersebut, menurut Zhang, berujung pada kinerja One X+ yang lebih baik sebesar 27 persen secara keseluruhan dibanding One X. "Dalam benchmark seperti Quadran, hasilnya bisa 60 persen lebih tinggi," tambahnya.

Dengan interface HTC Sense, antar muka One X+ sendiri tampak identik dengan One X. Kecepatan responnya sedikit berbeda. One X+ terasa lebih mulus ketika bernavigasi dalam antar muka Android.

HTC-4
(Gambar: Oik Yusuf/Kompas.com)

Salah satu perbedaan yang paling kentara terlihat dari hasil tangkapan kamera depan. HTC One X+ dibekali front camera dengan resolusi 1,6 megapixel (dibanding 1,3 megapixel milik One X). Dari  perbedaan resolusi memang kecil, tapi hasil fotonya jauh lebih jernih.

Sayang, modul kamera belakang bisa dibilang tidak mengalami peningkatan, masih dengan unit 28 mm F 2.0 sensor 8 megapixel.  Sama seperti pendahulunya, One X+ pun tidak menyediakan kontrol exposure compensation dan focus lock sehingga menyulitkan pengaturan hasil foto. Exposure yang dihasilkan sepenuhnya tergantung pada hasil "pemikiran" One X+ tentang kondisi ideal, yang belum tentu cocok dengan keinginan pengguna.

Burst rate kamera sedikit ditingkatkan. Saat dibandingkan dengan One X, terlihat One X+ bisa mengambil lebih banyak frame dalam waktu yang sama. Peningkatan lain, mode video-nya sedikit lebih responsif, dengan fokus yang terasa lebih cepat.

Untuk pengguna yang suka menyetel musik pada smartphone, kualitas suara One X+ bisa dibilang sedikit lebih baik dibanding One X. Musik yang diputar pada volume tinggi terdengar kencang tetapi tidak pecah.

"Kami memang menerapkan amplifier beats audio baru yang mencegah peaking," ujar Zhang. Sayang, amplifier ini hanya untuk loudspeaker on-board, bukan jack audio headphone yang sebenarnya lebih berguna.

Informasi harga dan ketersediaan One X+ di Indonesia masih belum diketahui, tetapi pihak HTC mengatakan bahwa smartphone ini dijadwalkan  memasuki pasar tanah air pada kuartal keempat 2012. "One X sendiri tetap akan dijual, berdampingan dengan One X+, tetapi mungkin dengan level harga lebih rendah," tutup Zhang.


23.27 | 0 komentar | Read More

Anda Sedang Ingin Beli Pulau

Written By bopuluh on Rabu, 07 November 2012 | 23.27

Daily Mail

Pulau bernama Nay Pond dijual seharga Rp 1.152.600.000. Pulau ini hanya memiliki sebuah pondok dengan ukuran 37 meter persegi.

Daily Mail

Pulau bernama Nay Pond dijual seharga Rp 1.152.600.000. Pulau ini hanya memiliki sebuah pondok dengan ukuran 37 meter persegi.

Daily Mail

Pulau bernama Nay Pond dijual seharga Rp 1.152.600.000. Pulau ini hanya memiliki sebuah pondok dengan ukuran 37 meter persegi.

Daily Mail

Menurut agen real estat, penjualan pulau sedang sepi pembeli selama dua tahun belakangan ini lantaran krisis ekonomi. Harga pulau juga menurun hingga 25 di tahun lalu. Namun, menurunnya harga pulau justeru menunjukkan tanda-tanda pembeli akan mulai lagi membeli pulau.

KOMPAS.com - Tidak selamanya membeli pulau hanya bertujuan untuk meningkatkan status dan gengsi. Memiliki sebuah pulau yang dikelilingi oleh perairan juga dapat memberikan privasi tersendiri.

Privasi tersebut tidak bisa Anda dapatkan di rumah mewah manapun di tengah kota. Jika tengah mencari lokasi "persembunyian" berupa sebuah pulau, kini Anda tengah beruntung.

Sebuah pulau bernama Nay Pond dijual seharga Rp 1.152.600.000. Pulau ini hanya memiliki sebuah pondok dengan ukuran 37 meter persegi.

Namun, "murahnya" harga pulau ini bukan berarti pulau tersebut memiliki banyak kekurangan. Walaupun sangat sederhana, pulau kecil ini juga menawarkan berbagai keuntungan sama seperti jika Anda membeli pulau berukuran besar.

Tentunya, pulau ini ideal bagi Anda yang ingin berada dekat dengan alam dan menyukai olahraga air. Selain itu, pulau ini berharga miring lantaran berada di Milan, New Hampshire, Amerika Serikat (AS).

Bisa dikatakan, daerah ini bukan daerah yang populer sebagai lokasi pulau pribadi. Lokasi pulau pribadi paling populer di AS adalah Florida. Florida adalah lokasi pulau-pulau termahal di dunia.

Satu pulau di Florida yang saat ini juga tengah masuk ke pasaran adalah Pulau Little Bokeelia. Pulau tersebut dijual dengan harga Rp 283.347.500.000. Pulau tersebut berukuran 42 hektare dan berisi sebuah rumah mewah dan beberapa pondok (cottage) kecil.

Menurut agen real estat, penjualan pulau sedang sepi pembeli selama dua tahun belakangan ini lantaran krisis ekonomi. Harga pulau juga menurun hingga 25 % di tahun lalu. Namun, menurunnya harga pulau justeru menunjukkan tanda-tanda pembeli akan mulai lagi membeli pulau.

"Ada sedikit tanda-tanda perbaikan. Kami memiliki beberapa permohonan, tidak seperti tahun lalu," ujar Farhad

Vladi, pemilik sebuah perusahaan broker internasional berbasis di Hamburg, Jerman kepada Wall Street Journal. Sejauh ini Vladi telah menjual 50 pulau di Amerika Utara sepanjang 2012. Tahun lalu, ia hanya mampu menjual sepuluh pulau.


23.27 | 0 komentar | Read More

Cemburu, Calon Pendeta Tusuk Pacar Hingga Tewas

PALEMBANG

Cemburu, Calon Pendeta Tusuk Pacar Hingga Tewas

Kamis, 8 November 2012 | 14:27 WIB

SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA

Tersangka Jesayas Hutapea (menunduk) ketika diamankan di Polresta Palembang, Kamis (8/11/2012).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Jesayas Hutapea (25) seorang calon pendeta dari sebuah gereja Pentakosta di Palembang, Sumatera Selatan menusuk kekasihnya Rizka Manurung (27) hingga tewas, Kamis (8/11/2012). Lima luka tusuk disarangkan Jesayas ke tubuh kekasihnya karena terbakar api cemburu.

Peristiwa pembunuhan ini terjadi di dapur dari mess penginapan gereja di Kecamatan Sako. Tak hanya Jesayas, Rizka pun merupakan calon pendeta yang sedang mengikuti masa persiapan di gereja itu, sebelum ditahbiskan menjadi pendeta. Bahkan, lelaki yang dicemburui Jesayas pun ternyata seorang calon pendeta.

"Saya tidak ada niat membunuh, saya cuma mau menakuti saja. Waktu saya rangkul dari belakang, dia berontak dan sangkur tertekan (tertusuk). Saya memang cemburu dengan dia, karena ada fotonyo sama Ricky (calon pendeta lainnya)," ujar Jesayas dalam pemeriksaan di kantor Polresta Palembang.

Kini, Jesayas ditahan di Polresta Palembang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Editor :

Glori K. Wadrianto


23.27 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger