Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Penjualan Ponsel Meningkat, Laba Trikomsel Melonjak

Written By bopuluh on Senin, 01 April 2013 | 00.27

Penjualan Ponsel Meningkat, Laba Trikomsel Melonjak

Penulis : Didik Purwanto | Senin, 1 April 2013 | 14:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) mencatatkan laba bersih sepanjang 2012 sebesar Rp 381,9 miliar, naik 25,9 persen dibanding pencapaian di 2011 sebesar Rp 303,1 miliar. Penjualan ponsel yang terus meningkat merupakan kontributor utama kenaikan laba TRIO.

Seperti dikutip dalam laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan neto TRIO naik 7,9 persen dari Rp 8,847 triliun menjadi Rp 9,58 triliun. Kenaikan ini merupakan imbas dari penjualan ponsel yang meningkat di jaringan Oke Shop dan gerai ritel lainnya.

Kendati demikian, beban usaha perseroan juga masih mengalami kenaikan, mulai dari beban penjualan dan distribusi yang naik dari Rp 230,8 miliar menjadi Rp 323,4 miliar, beban umum dan administrasi naik dari Rp 305,8 miliar menjadi Rp 332,8 miliar dan pendapatan operasi lainnya naik dari Rp 40,7 miliar menjadi Rp 136,5 miliar.

Namun beban tersebut masih terjada dan masih bisa menyebabkan laba usaha perseroan mengalami kenaikan dari Rp 699,7 miliar menjadi Rp 827,08 miliar.

Di akhir tahun 2012 ini, laba per saham perseroan juga mulai ada, dari sebelumnya belum ada menjadi Rp 75 per saham. Hingga sesi pertama IHSG, harga saham perseroan masih stagnan di level Rp 1.600 per saham.

Editor :

Erlangga Djumena


00.27 | 0 komentar | Read More

Kuasa Hukum: Guru Juga Jadi Korban Pelecehan Wakepsek

Kuasa Hukum: Guru Juga Jadi Korban Pelecehan Wakepsek

Penulis : Robertus Belarminus | Senin, 1 April 2013 | 14:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Korban pelecehan seksual wakil kepala sekolah salah satu SMA di Jakarta disebut-sebut mencapai belasan orang. Selain murid, alumnus sekolah tersebut, ada juga guru.

"Korban diindikasikan lebih dari sepuluh orang, ada belasan. Salah satunya ada yang satu sekolah dan satu profesi sebagai guru di SMA 22," kata Bambang Sri Pujo Sukarno, kuasa hukum MA, salah satu korban pelecehan wakepsek, di Mapolda Metro Jaya, Senin (1/4/2013).

Bambang mengatakan, salah satu korban yang juga rekan satu profesi T merupakan guru yang berada pada satu sekolah tersebut dan masih aktif mengajar. Dia meyakinkan hal itu dengan mengatakan beberapa korban pernah ditemui pihaknya.

Namun, meski banyaknya saksi korban tersebut, kata Bambang, tidak ada yang mau melapor karena beberapa faktor alasan. "Ada yang tidak bisa memberikan keterangan karena sudah menikah, ada yang juga berpacaran," ujar Bambang.

Pihaknya mengapresiasi progres penyelidikan dari penyidik Polda Metro Jaya yang menangani perkara tersebut. Bambang yakin dengan satu alat bukti lagi, kasus tersebut bisa terungkap dan menetapkan T sebagai tersangka.

"Buktinya berbentuk fisik," kata Bambang tanpa merinci bukti yang dimaksud.

Editor :

Ana Shofiana Syatiri


00.27 | 0 komentar | Read More

Pak Jokowi, Layanan Kesehatan di Solo Tak Seperti Dulu

Written By bopuluh on Minggu, 31 Maret 2013 | 00.27

JAKARTA, KOMPAS.com - Suyatmi, warga Karang Anyar, Solo, Jawa Tengah, mendatangi Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta. Dia hendak bertanya kepada Jokowi, mengapa program kesehatannya di Solo tak berjalan lagi.

"Ke sini mau ketemu bapak (Jokowi), mau nanyakan kenapa program kesehatan saat dulu dia di Solo, sekarang enggak berjalan lagi," ujar Suyatmi, saat menunggu Jokowi di rumah dinasnya, Minggu (31/3/2013).

Menurut wanita berusia 42 tahun, adiknya bernama Purwanto (21) menjadi korban tabrak lari di Solo pada Desember 2012. Akibat kecelakaan tersebut, Purwanto mengalami patah tulang pada kaki kirinya, dan disarankan dokter harus diamputasi.

Sudah 3 bulan bolak-balik rawat jalan, mereka telah menghabiskan Rp 70 juta. "Soalnya setiap 2 minggu sekali datang habis Rp 1,5 juta," tuturnya sambil menitikkan air mata.

Menurutnya, ketika Jokowi masih menjabat sebagai Wali Kota Solo, untuk memproses perawatan, semuanya berjalan dengan mudah.

"Dulu kita datang ke bapak (Jokowi) sekarang, besoknya sudah diproses. Tapi kalau sekarang harus ada uang dulu. Saya ketemu wali kota harus ribet dengan birokrasi," Kata Sumiyati.

Suyatmi mengaku sudah dua kali berusaha  bertemu Jokowi. Pertama, ia datang ke Balaikota pada Minggu (17/2/2013). Saat itu ia diterima oleh ajudan Gubernur yang mengatakan Jokowi sedang rapat.

Kemudian ia kembali mendatangi Balai Kota untuk bertemu dengan Jokowi pada Rabu (27/2/2013). Saat itu, ia bertemu dengan petugas kemanan Balaikota.

"Saya ketemu lagi sama ajudannya, bilangnya lagi rapat, nanti kalau sudah selesai ditelepon. Tapi enggak ada kabarnya sampai sekarang. Saya jenuh makanya saya cari rumah dinas bapak di Suropati," ujarnya.

Suyatmi datang ke Jakarta dari Solo dengan menumpang kereta. Sesampainya di Jakarta, ia berjalan kaki dari Stasiun Gambir menuju Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta yang berada di Jalan Taman Suropati, Menteng.

"Saya juga bawa kwitansi surat diagnosa, pembayaran obat rumah sakit adik saya untuk bukti," tuturnya.

Editor :

Ana Shofiana Syatiri


00.27 | 0 komentar | Read More

BRI Terbitkan Obligasi Global Berbunga Terendah

BRI Terbitkan Obligasi Global Berbunga Terendah

Penulis : Didik Purwanto | Minggu, 31 Maret 2013 | 14:20 WIB

KOMPAS/HERU SRI KUMORO

Petugas melayani pengunjung yang hadir pada peluncuran mobileBRIS, layanan perbankan berbasis ponsel dari Bank BRI Syariah di Jakarta, Minggu (25/11/2012). Layanan ini diklaim sebagai yang pertama dilakukan bank syariah di Indonesia. Nasabah bisa memanfaatkan layanan ini antara lain untuk pembayaran tagihan, transfer, pembayaran zakat, dan isi ulang pulsa.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) telah sukses menerbitkan senior unsecured bonds senilai 500 juta dollar AS. Obligas global tersebut memiliki fixed rate coupon sebesar 2,95 persen, terendah di pasar internasional.

Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali mengatakan obligasi global ini memiliki jangka waktu lima tahun, yang telah diterbitkan sejak 28 Maret 2013. Obligasi ini diterbitkan kepada investor-investor institusional berdasarkan Regulation S. "Dengan kupon yang terendah di antara semua obligasi dalam mata uang dollar AS yang diterbitkan oleh perusahaan Indonesia di pasar oblogasi internasional ini mencerminkan bahwa fundamental keuangan BRI kuat," kata Ali dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (31/3/2013).

Selama masa penawaran, BRI telah menerima pesanan dari 165 investor dengan nilai yang mencapai 2,65 miliar dollar AS atau terdapat kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 5,3 kali. Sehingga Obligasi tersebut dapat ditawarkan dengan imbal hasil 3,125 persen atau 25 basis poin dibawah panduan penawaran harga awal.

BRI akan menggunakan dana bersih yang dihasilkan untuk keperluan pendanaan umum serta memperkuat struktur pendanaan BRI. Obligasi ini memperoleh rating Baa3 dari Moody's dan BBB- dari Fitch serta akan dicatatkan di Singapore Stock Exchange pada tanggal 2 April 2013. BRI menunjuk Citigroup Global Markets Limited dan Standard Chartered Bank sebagai Joint Bookrunners dan PT Bahana Securities sebagai co-manager untuk menangani penawaran obligasi tersebut.

Editor :

Egidius Patnistik


00.27 | 0 komentar | Read More

Polisi Masih Selidiki Kasus Empat Anak Tewas Tenggelam

Written By bopuluh on Sabtu, 30 Maret 2013 | 00.27

BEKASI, KOMPAS.com -- Polisi masih menyelidiki kasus tewasnya empat anak karena tenggelam di kolam resapan air depan kantor Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (29/3/2013). Keempat anak itu tenggelam saat berenang.

"Kami sedang menyelidiki kenapa mereka bisa tenggelam. Apakah tidak ada pengawasan dari siapapun?" kata Kepala Polsek Bantargebang Komisaris Gunawan, Sabtu (30/3/2013).

Keempat korban adalah Sopian (10), Pandu Purnawa (7), Erik Hermawan (7), dan Bilal Tajah Septiansyah (5), warga Kampung Yayasan, Bantargebang, Kota Bekasi. Peristiwa naas itu diketahui saat warga bernama Sudirja (38) dan Andi (38) melihat seorang bocah tewas mengapung di kolam itu pada Jumat sekitar pukul 11.00.

Warga kemudian mengangkat bocah malang tersebut dan melapor ke petugas Kecamatan Bantargebang. Saat petugas datang ke lokasi, korban yang diketahui bernama Pandu Purnama (7) itu sudah dibawa ke Puskesmas Bantargebang.

Penemuan jenazah Pandu membuat warga curiga bahwa yang tenggelam tidak cuma satu orang. Warga melihat ada empat pasang pakaian anak di sekitar lokasi kejadian. Warga dan petugas mencari-cari ketiga bocah di sekitar kolam.

Karena tidak ditemukan, warga dan petugas pun menyelam ke kolam. Pencarian membuahkan hasil. Tiga jasad lagi ditemukan di dasar kolam tersebut dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 13.30.

Sementara itu, salah satu korban yang selamat bernama Ilham (7) datang ke lokasi. Ilham membenarkan bahwa keempat korban adalah temannya. Mereka berlima datang ke kolam untuk memancing dan berenang. Namun, Ilham pulang lebih dulu karena sudah siang sedangkan keempat temannya berenang.

Gunawan mengatakan, ada kemungkinan keempat anak itu tidak mahir berenang sehingga tewas tenggelam. Kolam galian selebar 2,5 meter dan berkedalaman 1,5 meter itu adalah resapan air untuk meminimalkan banjir di kantor Kecamatan, Polsek, Koramil, dan Puskesmas Bantargebang.

Keempat orangtua korban, kata Gunawan, menolak jenazah anak-anak mereka diotopsi untuk kepentingan penyelidikan. Keempat jenazah telah dimakamkan.


00.27 | 0 komentar | Read More

Anzhi Bantah Mau Rekrut Valdes

MAKHACHKALA, KOMPAS.com - Anzhi Makhachkala membantah pemberitaan di Spanyol yang menyebut mereka berencana merekrut kiper Barcelona, Victor Valdes.

"Berkaitan dengan sejumlah berita di internet yang menyebut Anzhi melakukan pembicaraan transfer dengan sejumlah pemain termasuk Victor Valdes, kami mengumumkan bahwa informasi itu tidak benar," demikian pernyataan Anzhi.

Valdes telah menyatakan tidak akan memperpanjang kontrak yang habis pada Juni 2014. Sejumlah kalangan pun menilai Barcelona akan menjual Valdes akhir musim ini.

Anzhi kemudian diberitakan menyiapkan anggaran transfer untuk merekrut Valdes. Anzhi disebut akan menggaji Valdes sebesar 10 juta euro per musim yang jika ditambah bonus, bisa meningkat hingga 12 juta euro.


00.27 | 0 komentar | Read More

Dinas Damkar DKI Ingin Koordinasi CSR Atasi Kebakaran

Written By bopuluh on Jumat, 29 Maret 2013 | 00.27

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Subejo mengatakan, dalam mengatasi kebakaran, pihaknya mengatakan perlunya koordinasi semua pihak, termasuk dari Corporate Social Responsibility (CSR). CSR itu, kata Subejo, adalah pihak swasta yang berada di dekat kawasan rawan kebakaran.

"Contohnya Mal Season City itu kan belakangnya kawasan Tambora yang relatif padat dan rawan. Mungkin kalau ada imbauan pada pengelola mal untuk menyisihkan keuntungannya membina barisan relawan kebakaran (Balakar) di daerah mal itu. Jadi, itu yang bisa kami dorong," kata Subejo, di Jakarta, Jumat (29/3/2013).

Sehingga Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI 2013 yang digelontorkan untuk program kerja Dinas Damkar dan PB dapat didorong untuk program lain yang tetap dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Sementara itu, dari sisi koordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemprov DKI, Subejo mengaku, Dinas Damkar dan PB telah melakukan koordinasi bersama Asisten Kesejahteraan Masyarakat, Mara Oloan Siregar untuk membuat semacam prosedur bertahap terpadu dalam penanggulangan bencana maupun kebakaran.

"Sehingga kalau protapnya sudah ada, konsepnya sudah ada dan akan kami pertajam, terutama untuk sub sistem penanggulangan kebakaran. Karena beberapa kasus yang kami alami, kebakaran di Salemba, Pendongkelan, Tanah Tinggi, biasanya kami datang terlebih dahulu. Banyak petugas keamanan belum datang," kata Subejo.

Dia juga mengatakan, ada tiga tahap Dinas Damkar dan PB dalam memadamkan kebakaran. Fase pertama adalah fase persiapan, yaitu tahap di mana berita masuk ke Dinas Damkar dan PB hingga personel bersiap untuk menuju lokasi kebakaran. Tahap kedua adalah tahap perjalanan. Pada tahap ini, sangat bergantung dengan kepadatan lalu lintas saat kebakaran.

"Kalau lalu lintas padat memang susah, makanya ke depan akan ada kerjasama antara Polda Metro Jaya dan Dishub DKI," kata Subejo.

Sementara itu, tahap yang terakhir adalah tahap untuk mengeluarkan air. Menurut dia, salah satu kendala sulitnya memadamkan api adalah karena jauhnya sumber air. Pasalnya, sumber air yang dangkal kerap menjadi penghaambat berjalannya tahap tersebut. Subejo mengakui pihaknya telah meminta Dinas Pekerjaan Umum untuk meninggikan sungai dan mengeruk sampah yang ada di sumber air terdekat.

Editor :

Hertanto Soebijoto


00.27 | 0 komentar | Read More

Lagi, Orangutan Disita dari Warga Sipil

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Lembaga Sumatran Orangutan Conservation Programme (SOCP) dan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh kembali menyita dua orangutan dari dua kandang berbeda di Desa Simpang Dua, Nagan Raya, Provinsi Aceh.

Tim SOCP mengatakan penyitaan dilakukan pada Rabu (27/3/2013) lalu. Diperkirakan, kedua orangutan tersebut berasal dari areal hutan gambut Rawa Tripa, Nagan Raya.

"Mereka disita dari dua tempat pemeliharaan di Desa Simpang Dua. Salah satu orangutan disita dari rumah seorang anggota polisi. Kini, keduanya telah berada di lokasi karantina SOCP di Medan, Sumatera Utara," kata Ikhsan, dokter hewan yang memimpin operasi penyitaan tersebut, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (29/3/2013).

Orangutan itu berjenis kelamin betina dan jantan. Yang betina berusia sekitar lima tahun diberi nama Meisin. Sedangkan yang jantan berusia dua tahun dengan nama Upin. Meisin dipelihara oleh seorang masyarakat setempat. Sedangkan Upin orangutan jantan dipelihara oleh seorang polisi.

"Saat ditemukan, kondisi kedua orangutan tersebut cukup baik meskipun terlihat agak kepanasan karena ditempatkan di kandang yang beratap seng," kata Ikhsan.

Menurut Ikhsan, saat disita, dua orangutan ini berada dalam kandang kecil di belakang rumah pemilik lamanya. Kedua orangutan ini dilaporkan memiliki berat badan di bawah normal dibandingkan dengan usianya. Meski begitu, keduanya memiliki nafsu makan yang baik.

Sementara itu, Direktur SOCP Ian Singleton mengatakan, kedua orangutan tersebut langsung ditempatkan di lokasi karantina.  Setelah mendapat perawatan yang cukup baik, kedua orangutan itu akan dikembalikan ke alam liar di pusat reintroduksi orangutan SOCP di Jantho, Kabupaten Aceh Besar.

Ian Singleton mengaku miris karena masih banyaknya pemeliharaan tidak sah terhadap orangutan terus terjadi. "Kita menyaksikan bahwa hal ini terjadi secara berulang-ulang khususnya di kawasan Rawa Tripa, dan perlu penyadaran terhadap masyarakat," kata Ian.

Hal senada disampaikan Kepala BKSDA Aceh Amon Zamora. Dia mengimbau berbagai pihak agar menjauhkan diri dari pelanggaran hukum. "Dalam Undang-undang yang berlaku di Indonesia, membunuh, menangkap, dan memperdagangkan orangutan sebagai hewan peliharaan bisa mendapat hukuman hingga lima tahun penjara dengan denda hingga Rp 100 juta," jelasnya.


00.27 | 0 komentar | Read More

Demokrat: SBY Sudah Biasa Tidur Hanya Dua Jam

Written By bopuluh on Kamis, 28 Maret 2013 | 00.27

JAKARTA, KOMPAS.com - Para pendukung Susilo Bambang Yudhoyono berkeyakinan pendiri Partai Demokrat ini bisa mengatur waktu antara tugas negara dan partai, bila menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Selama ini, SBY disebut begitu mengutamakan tugas negara sampai jarang tidur.

"Beliau bahkan bisa tidak tidur dan hanya tidur dua jam karena harus membagi waktu dengan tugas pemerintahan, partai, hingga keluarga," ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf, di Kompleks Parlemen, Kamis (28/3/2013). Masih terus harmonisnya keluarga SBY, menjadi rujukan Nurhayati mengenai kepiawaian SBY mengatur waktu menjalankan beragam hal.

"Kami merasa, Fraksi Partai Demokrat punya keyakinan penuh, bahwa pak SBY sudah tunjukkan kerja nyata dan tentunya bisa fokus, sehingga (dengan tugas kenegaraan dan kondisi itu) bisa berbagi waktu dengan keluarganya, luar biasa," kata Nurhayati. Karir kedua putra SBY pun, imbuh dia, terbilang baik dan bahkan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) kini pun mengikuti jejak ayahnya menjadi pengurus Partai Demokrat. 

Nurhayati meminta masyarakat tidak perlu khawatir jika nantinya SBY menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. "Tidak perlu underestimate pak SBY. Sebagai kader terbaik bangsa, tidak perlu lagi meragukan kapabilitas dari seorang SBY," imbuh dia.

Partai Demokrat akan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) pada 30-31 Maret 2013. KLB itu dilakukan untuk memilih Ketua Umum baru menggantikan Anas Urbaningrum.

Saat ini, sejumlah kader internal namanya mulai disebut-sebut masuk dalam bursa calon Ketum yakni Saan Mustopa, Tri Dianto, Marzuki Alie, Hadi Utomo, hingga Syarief Hasan. Namun, setelah pertemuan di Cikeas pada pekan lalu, dukungan justru menguat ke arah keluarga Cikeas terutama SBY dan dua anggota keluarganya, Ani Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

Berita terkait dapat dibaca dalam topik: Jelang KLB Demokrat

Editor :

Palupi Annisa Auliani


00.27 | 0 komentar | Read More

Indonesia Satu Grup dengan China

Piala Sudirman

Indonesia Satu Grup dengan China

Penulis : Gatot Widakdo | Kamis, 28 Maret 2013 | 14:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Sudirman bulu tangkis Indonesia bergabung dalam satu grup dengan China. Dari hasil undian yang dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (28/3/2013), Indonesia dan China masuk di grup A bersama India.

Piala Sudirman rencananya akan berlangsung tanggal 19-26 Mei 2013 di Kuala Lumpur. Di grup B, Thailand bergabung dengan Hongkong dan Korea Selatan.

Sementara di grup C diisi tuan rumah Malaysia, Jerman dan Taiwan. Adapun di grup D bergabung Denmark, Jepang dan Singapura.

Juara dan runner-up masing-masing grup akan melaju ke perempat final. Juara bertahan di turnamen ini adalah China.


00.27 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger