Mengamati Ciri Khas Batik Iwan Tirta

Written By bopuluh on Rabu, 26 Juni 2013 | 00.27

KOMPAS.com - Telah tiga tahun berlalu sejak maestro batik Iwan Tirta meninggal dunia, tetapi karya-karyanya masih bisa dinikmati hingga saat ini. Lewat PT Pusaka Iwan Tirta, baru-baru ini digelar pula sebuah pameran karya-karyanya di Museum Tekstil Jakarta, dari 21 hingga 25 Juni 2013.

Menutup gelaran pameran "Tribute to Iwan Tirta: Unveiling the Untold Story" tersebut, Pusaka Iwan Tirta menggelar talkshow yang mengupas keaslian karya sang maestro. Hadir empat pembicara, di antaranya kurator batik Asmoro Damais, praktisi seni rupa dan desain Edi Sutriono, praktisi hukum spesial HAKI Ludiyanto, dan Kepala Seksi Pertimbangan Hukum dan Litigasi Direktorat Hak Cipta Agung Damarsasongko.

"Sekilas mungkin sangat sulit menentukan mana yang asli dan mana yang bukan. Tapi jika diperhatikan dengan seksama, batik Iwan Tirta itu punya kualitas yang tinggi, layout-nya bersih dan batiknya bolak-balik," ungkap Asmoro, saat talkshow di Museum Tekstil Jakarta, Selasa (25/6/2013) lalu.

Pengamat batik yang sudah mengenal karya sang maestro sejak lama ini melihat motif batik Iwan Tirta memang tiada duanya, dan tidak bisa ditiru begitu saja. Seorang Iwan Tirta diketahuinya sangat jeli mengolah (mem-blowup) motif batik. Dia juga membuat batik berkesan modern.

"Banyak terobosan yang dilakukan Iwan, tapi kita tahu standar selera dan kualitasnya," ujarnya menambahkan.

Maka, pernah dalam satu kali waktu Asmoro merasa terganggu ketika menemukan seorang perancang mendapat penghargaan, tapi sebenarnya jelas meniru mentah-mentah motif Iwan Tirta. Batik tersebut juga dijual jauh lebih murah daripada harga batik milik sang maestro.

"Yang jadi masalah adalah ketika meniru lalu mengklaim itu sebagai karya Iwan Tirta. Terinspirasi boleh, tapi disampaikan dengan jelas. Karena kalau itu diklaim sebagai karya Iwan Tirta berarti asli, sementara itu bukan," tambah Edi.

Saling memengaruhi dalam motif batik dianggap sebagai hal yang lumrah terjadi, akan tetapi mengklaim bahwa itu karya seseorang tanpa persetujuannya bukan suatu hal yang baik.

Agung menyampaikan ada dua hak yang melekat di sebuah karya, yakni hak moral dan hak ekonomi. Hak moral adalah milik sang pencipta karya. Sementara hak ekonomi bisa dikembangkan. Oleh siapa? Ahli waris atau siapa pun yang sudah memiliki perjanjian tertentu.

Sayangnya, sampai saat ini belum diketahui ahli waris resmi dari Iwan Tirta. Lydia Kusuma Hendra, direktur PT Pusaka Iwan Tirta yang juga Ketua Yayasan Pusaka Iwan Tirta mengungkapkan, pihaknya sudah hampir tiga tahun mencari ahli waris Iwan namun sampai sekarang belum ketemu juga.

Sepeninggal Iwan Tirta, Lydia adalah orang yang menjalankan PT Pusaka Iwan Tirta yang didirikan pada April 2008. Dalam profil yang tertulis di brosurnya, PT Pusaka Iwan Tirta adalah perusahaan di mana almarhum Iwan Tirta menyerahkan atau mengalihkan semua desain-desain hasil karyanya. Hingga saat ini telah terkumpul sekitar 6000 desain.

PT Pusaka Iwan Tirta sebenarnya perusahaan yang didirikan almarhum Iwan Tirta bersama Rachmat Gobel dan Lydia Kusuma Hendra. Tujuannya untuk mengakomodasi dan mengapresiasi para pihak yang selama ini telah berjasa di balik terciptanya selembar kain batik. Mulai dari desainer, pembuat canting atau cap, pembatik, hingga proses pewarnaan dan pencucian kain batik.

Pada 31 Juli 2010, Iwan Tirta wafat. Kartini Muljadi, Rachmat Gobel, dan Lydia Kusuma Hendra pada 22 September 2011 mendirikan Yayasan Pusaka Iwan Tirta, sebuah lembaga nirlaba yang mempunyai maksud dan tujuan di bidang Sosial Kebudayan pada umumnya. Pendirian yayasan ini untuk menjalankan amanah dan keinginan Iwan Tirta, serta sekaligus dalam upaya melestarikan dan mengembangkan karya-karyanya. 

Editor :

Felicitas Harmandini


Anda sedang membaca artikel tentang

Mengamati Ciri Khas Batik Iwan Tirta

Dengan url

http://healthynutritionofchildren.blogspot.com/2013/06/mengamati-ciri-khas-batik-iwan-tirta.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Mengamati Ciri Khas Batik Iwan Tirta

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Mengamati Ciri Khas Batik Iwan Tirta

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger